spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBBakesbangpoldagri NTB Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Ponpes Mu’allimin Muhammadiyah Lobar

Bakesbangpoldagri NTB Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Ponpes Mu’allimin Muhammadiyah Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB menggelar sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat pada Sabtu, 20 November 2025.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Ruslan Abdul Gani mengatakan, pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam menyebabkan tantangan wawasan berkebangsaan.

Pun makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional juga semakin menggerus wawasan kebangsaan. Untuk itu, sosialisasi empat pilar ini penting untuk memastikan generasi muda mendapatkan ilmu berkebangsaan dan bernegara selaku penerus bangsa.

“Wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa yang akan datang, dalam menghadapi tantangan Bangsa Indonesia baik dari dalam, maupun dari luar negeri,” ujar Ruslan dalam pemaparannya.

Ia melanjutkan, wawasan kebangsaan menjadi kunci penguatan kebhinnekaan, toleransi dan nasionalisme di tengah tantangan globalisasi peradaban.

Menurutnya, terdapat tiga unsur dasar wawasan kebangsaan, yakni wadah, isi, dan tata laku. Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mencakup seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.

“Bangsa Indonesia, khususnya NTB mempunyai organisasi kenegaraan yang merupakan wadah beragam kegiatan kenegaraan dalam bentuk supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat pada berbagai kelembagaan dalam bentuk infrastruktur,” jelasnya.

Selanjutnya isi, yang berarti aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional. Ia menerangkan, hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan kebangsaan akan berwujud tata laku, yang terdiri dari tata laku lahiriah, yaitu tercermin dalam perbuatan, tindakan dan perilaku dari bangsa Indonesia.

Tata laku Bathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.

“Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas kepribadian atau jati diri bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempuntai rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menyebabkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam segala aspek kehidupan nasional,” terangnya.

Ruslan menyatakan, dari wawasan kebangsaan itu lahirlah ketahanan nasional yang mempengaruhi ketenangan dan kenyamanan daerah.  Wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dikatakan sebagai dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang.

Adapun lima poin penting wawasan kebangsaan untuk kehidupan bermasyarakat, yaitu untuk menghindari terjadinya marjinalisasi Pancasila, yaitu tersisihnya Pancasila dari kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga peranannya sebagai dasar negara dan ideologi bangsa melemah.

Selanjutnya, menghindari munculnya radikalisme dan ekstremisme di daerah, memastikan generasi muda untuk peduli terhadap masalah ideologi dan kenegaraan. Kemudian menghindari kebebasan berlebihan yang dapat memicu konflik di masyarakat, serta mendorong pemahaman dan penghayatan terhadap empat konsensus dasar bangsa agar meningkat. (era/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO