Giri Menang (Suara NTB) – Banjir menerjang daerah Sekotong, Lombok Barat pada Senin (1/12) sekitar pukul 01.00 dini hari. Banjir dipicu lebatnya hujan yang melanda daerah sekitar, menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman warga. Selain merendam ratusan hingga ribuan rumah, jembatan penghubung putus diterjang air bah. Akibat putusnya jembatan ini satu dusun terisolasi dan satu orang dilaporkan luka-luka.
Kadus Belongas Nursin mengatakan bahwa hujan lebat melanda sejak malam hari hingga dini hari, mengakibatkan banjir sekitar pukul 01.00 dini hari. “Air naik sekitar pukul 01. 00 dini hari,”terangnya, Selasa, 2 Desember 2025 . Puluhan rumah warga di dusun setempat terendam, selain itu jembatan penghubung dengan Dusun Tangin-angin putus. “Jembatan ini putus, warga Dusun Tangin-angin masih terisolir sampai sekarang,”imbuhnya.
Diperkirakan terdapat 100 KK lebih di Dusun Tangin-angin. “Ada sekitar 100 KK atau 300 jiwa yang terisolir,” sebutnya. Warga berharap agar segera dibangun jembatan darurat sebagian akses sementara warga agar tidak terisolasi.
Kades Sekotong Tengah M. Burham mengatakan 13 dusun yang terdampak bencana banjir di wilayahnya. Jumlah KK terdampak di 13 dusun tersebut sebanyak 2.214, dengan jiwa sebanyak 5.557 orang. “Banjir disebabkan air sungai meluap dan air laut pasang,”jelas Burham.
Tingginya air menyebabkan beberapa warga dievakuasi ke mushala. Pihak desa bersama aparat dengan cepat mengevakuasi warga mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kondisi terkini lanjut dia, masih ada beberapa titik tergenang air.
Sementara itu, Camat Sekotong Andi Andi Purnawan, S.Sos., menerangkan, sejumlah desa dilanda banjir diantaranya Desa Cendimanik, meliputi Dusun Madak 1 sebanyak 30 KK terdampak. Dusun Madak 2 terdapat 90 KK terdampak dan Dusun Empol sebanyak 80 KK.
Desa Sekotong Tengah terdapat 13 dusun terdampak. Diantaranya, Dusun Sekotong 1, terdampak 100 KK, Dusun Sekotong 2 terdampak 200 KK, Dusun Suredadi terdampak 50 KK dan Dusun Telage Lebur Desa terdapat 100 KK. Desa Taman Baru, dua Dusun terdampak yakni Dusun Repok Gapuk 100 KK, dan Dusun Kelep Tengah 100 KK. Dan Desa Buwunmas, ada dua Dusun masing-masing Dusun Bengkang terdampak 200 KK, Dusun Belongas 100 KK.
Hingga Selasa (2/12) pagi banjir masih menggenangi rumah penduduk. Dampak banjir tersebut, selain merendam rumah penduduk juga menyebabkan jembatan penghubung antara Dusun Belongas dengan Tangin-angin putus. Dan satu orang mengalami luka-luka. Pihaknya pun sudah melaporkan kejadian ini ke OPD terkait. Penanganan di lapangan sedang berlangsung oleh OPD.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Lobar, H Sabidin mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi jembatan yang terdampak banjir di Belongas. “Itu jembatan sementara yang putus dampak air,”terangnya. (her)



