Tanjung (suarantb.com) – Pemda Lombok Utara meraih peringkat ke-4 nasional untuk kategori Penanggulangan Bencana terbaik di Indonesia. Berbagai peristiwa kebencanaan yang terjadi di daerah ini seolah mematangkan langkah penanggulangan bencana mulai dari mitigasi hingga penanggulangan pascabencana.
Prestasi tersebut terungkap saat berlangsungnya sesi sosialisasi Aplikasi SIK (Sistem Informasi Kebencanaan) Siaga, oleh BPBD NTB di Tanjung, Lombok Utara, Selasa (2/12/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Lombok Utara, H. M. Zaldi Rahadian, ST., M.T., mengungkapkan kesiapsiagaan pemerintah Lombok Utara dengan dibantu stakeholder dalam proses penanggulangan Bencana memperoleh pengakuan dari pemerintah pusat. Di Lombok Utara, kesiapsiagaan bencana didukung oleh komitmen melalui hadirnya dokumen kajian risiko bencana serta Peraturan Bupati terkait rencana penanggulangan Bencana merupakan wujud respons darah menyikapi kondisi kebencanaan di daerah.
“Kesiapsiagaan yang baik pemerintah Lombok Utara, dinilai positif dengan berhasil meraih peringkat keempat secara nasional sebagai daerah dengan penanggulangan bencana terbaik,” ungkap Zaldi.
Dikatakan, dalam penilaian Kekenterian Dalam Negeri, Indeks penilaian kesiapsiagaan bencana Lombok Utara memperoleh angka 92,44. Angka tersebut berada pada kategori sangat baik.
“Peringkat pertama diduduki oleh Kota Denpasar, kedua Kabupaten oleh Buleleng, dan ketiga oleh Kabupaten Luwu Timur,” sebutnya.
Ia berharap, predikat terbaik 4 oleh pemerintah pusat semakin mematangkan seluruh elemen di Lombok Utara dalam memberikan langkah-langkah efektif dalam pencegahan, maupun pertolongan, pencarian selama dan setelah bencana.
Disadarinya, kesiapsiagaan bencana di daerah tidak lepas dari peran berbagai pihak. Pengalaman penanganan kebencanaan sejak gempa 2018, banjir rob, banjir bandang, hingga kekeringan setiap tahun berjalan dengan standar operasional prosedur karena Pemda dibantu oleh TNI, Kepolisian, NGO/Relawan, serta dukungan strategis Pemprov NTB hingga pemerintah pusat.
“Pencapaian tersebut dapat diraih berkat kerja keras seluruh pihak, dan harapannya di tahun 2026 peringkat tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Zaldi menyampaikan hadirnya SIK Siaga NTB menjadi terobosan yang dapat meningkatkan efektifitas penanganan. Aplikasi yang dapat diunduh melalui playstore ini dapat menambah pengetahuan dan tingkat kewaspadaan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana yang terjadi.
Sementara, Wabup Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., menyampaikan bahwa terdapat beberapa jenis potensi bencana yang dapat terjadi di Lombok Utara.
Terkait hal tersebut sebagai daerah yang pernah terkena bencana Gempa Bumi dapat mempersiapkan diri, bukan hanya menunggu instruksi pemerintah namun dengan inisiatif sendiri.
“Dengan adanya SIK Siaga ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui peringatan dini,” katanya.
“Saya mengapresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah diraih oleh BPBD KLU dengan mendapatkan posisi keempat sebagai daerah dengan penanggulangan bencana terbaik,” ucapnya.
Dikatakannya, bencana merupakan hal yang tidak dapat ditunda untuk itu upaya pemerintah dalam meringankan dampaknya merupakan hal yang perlu dilakukan bersama. Seluruh pihak juga diminta ikut mensosialisasikan aplikasi SIK Siaga Bencana NTB agar pemanfaatan aplikasi dapat diakses menyeluruh oleh masyarakat Lombok Utara. (ari)



