Bima (suarantb.com) – Sebanyak 31.659 warga Kabupaten Bima tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Penyaluran yang dimulai pada 24 November 2025 ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Data tersebut disampaikan Supervisor Bisnis Ritel dan Kemitraan PT Pos Cabang Bima, Ad. Kartawinata, saat dikonfirmasi Suara NTB pada Selasa (2/12/2025). Ia menjelaskan bahwa penyaluran tahap utama telah berlangsung sesuai instruksi pusat. Sebagian besar warga sudah melakukan pencairan, sementara sisanya masih menunggu waktu untuk datang ke titik layanan.
“Jumlah total penerima BLT Kesra di Kabupaten Bima sebanyak 31.659 orang. Proses penyaluran berjalan aman sampai saat ini,” ujarnya.
Kartawinata menyampaikan bahwa hingga Selasa siang tidak ada hambatan berarti dalam proses pembayaran bantuan. Layanan penyaluran di kantor pos maupun titik layanan desa tetap berjalan tertib dan dapat diakses masyarakat tanpa kendala.
“Selama ini penyalurannya aman. Tidak ada kendala yang menghambat proses pencairan,” katanya.
Untuk warga yang belum mencairkan bantuan, PT Pos menunggu instruksi lanjutan dari pemerintah pusat terkait batas waktu pencairan. Selama belum ada informasi resmi, layanan bagi penerima yang belum datang tetap dibuka.
“Jadwal utama sudah selesai, kami menunggu sisa penerima yang belum mengambil. Untuk batas waktu pencairan, sampai sekarang belum ada informasi resmi,” jelasnya.
Di Kabupaten Bima, pencairan BLT dilakukan di Kantor Pos Bima dan kantor layanan cabang pembantu yang tersebar di sejumlah kecamatan, sehingga memudahkan akses penerima dari berbagai wilayah.
Dinas Sosial Kabupaten Bima memastikan bahwa data penerima BLT Kesra melalui jalur Himbara tidak dapat dilihat secara rinci di tingkat daerah. Hal tersebut disebabkan karena bantuan disalurkan melalui sistem pengisian saldo (top up) ke rekening penerima yang masih aktif.
Sedangkan, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Deny Kusumayadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima data detail penerima melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Yang melalui Himbara kami tidak bisa lihat datanya, karena yang dilakukan adalah top up ke rekening yang masih aktif. Jadi data penerimanya tidak masuk ke kami,” jelasnya melalui pesan singkat.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Himbara merupakan bansos yang saat ini sudah tidak lagi diterima oleh sebagian penerima sebelumnya, karena mekanisme penyaluran dilakukan langsung melalui sistem perbankan pusat.
Sebelumnya, terdapat 39.338 warga Kabupaten Bima yang diajukan sebagai calon penerima BLT Kesra. Namun tidak semua dari jumlah tersebut ditetapkan sebagai penerima manfaat. Dinas Sosial dan pemerintah desa melakukan verifikasi ulang untuk memastikan bantuan diberikan tepat sasaran dan tidak salah alokasi. (hir)



