Kota Bima (suarantb.com) – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 30 November 2025, progres fisik pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai 86,04 persen, dengan deviasi positif sekitar +6,37 persen dari target perencanaan.
Capaian ini menjadi penanda bahwa proyek strategis sektor kesehatan ini berada di jalur yang tepat untuk segera difungsikan sebagai rumah sakit rujukan regional.
Direktur RSUD Kota Bima, dr. Fathurrahman menyampaikan, hampir seluruh pekerjaan struktur utama telah diselesaikan. Saat ini, pengerjaan lantai satu hingga lantai tiga memasuki tahap penyempurnaan, meliputi pekerjaan finishing ruangan, pengecatan dinding, serta perapihan instalasi pendukung. Sementara itu, pekerjaan kawasan luar gedung juga telah mengalami kemajuan berarti.
“Untuk pekerjaan kawasan, pengerasan jalan lingkungan sudah selesai dan saat ini hanya menyisakan pengaspalan. Area penghijauan juga hampir rampung,” paparnya, Selasa (2/12/2025).
Ia menambahkan, selain pembangunan fisik, pihak RSUD mulai melakukan perencanaan pengadaan alat kesehatan dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Dua komponen tersebut dinilai sama pentingnya dengan pembangunan gedung, agar rumah sakit tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga siap melayani pasien saat mulai beroperasi.
“Kami memastikan pembangunan tidak hanya selesai bangunannya, tetapi juga siap dari sisi peralatan medis dan tenaga kesehatan,” tegasnya.
Sedangkan, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., menaruh perhatian serius terhadap kualitas pekerjaan pada tahap akhir pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan RSUD ini bukan sekadar memenuhi target fisik, tetapi harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa infrastruktur kesehatan ini selesai tepat waktu, berkualitas, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. RSUD Kota Bima akan menjadi fasilitas kesehatan modern yang kita harapkan dapat mengurangi rujukan keluar daerah,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, keberadaan RSUD ini akan membawa perubahan besar dalam sistem layanan kesehatan di Kota Bima dan wilayah sekitarnya. RSUD Kota Bima dirancang untuk mampu memberikan layanan penyakit berat seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) yang selama ini masih terbatas di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan pada sisa masa pembangunan agar tidak terjadi penurunan mutu pekerjaan.
“Saya minta seluruh pihak yang terlibat tetap menjaga kualitas sampai pekerjaan benar-benar tuntas,” tandasnya.
Pemerintah Kota Bima menargetkan RSUD ini menjadi pusat layanan rujukan bagi Kota Bima, Kabupaten Bima, bahkan daerah sekitar. Dengan fasilitas modern seperti ruang operasi, IGD, ICU, NICU, serta laboratorium lengkap, RSUD ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan progres yang telah melampaui target, Pemkot Bima optimistis proyek pembangunan RSUD ini dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai rumah sakit rujukan yang representatif di wilayah timur NTB. (hir)


