Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau warga di Kecamatan Seteluk dan Jereweh selalu waspada terhadap keberadaan Hewan Penular Rabies (HPR). Imbauan ini dikeluarkan menyusul terjadinya peningkatan kasus gigitan anjing terhadap manusia di dua wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
“Kasus gigitan yang banyak terjadi berdasarkan laporan yang kami terima terbaru. Terjadi di Kecamatan Jereweh dan Seteluk,” terang Kepala Distan KSB melalui Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda, Isnia Nurul Azmi, Rabu, 3 Desember 2025.
Berdasarkan data Distan KSB, kasus gigitan anjing terbaru dilaporkan terjadi di Kecamatan Jereweh. Dari hasil pengecekan sampel HPR-nya dinyatakan positif rabies. “Untuk kondisi korbannya itu ranah (dinas) kesehatan. Yang jelas sampel HPR yang sudah kita uji lab, hasilnya positif,” papar Isnia.
Terjadinya peningkatan kasus gigitan anjing di dua kecamatan itu, Isnia mengatakan, warga agar selalu waspada terhadap keberadaan HPR di sekitarnya. Terutama anak-anak agar para orang tua mengawasi dan berupaya membatasi interaksinya dengan berbagai jenis HPR. “Karena anak-anak yang banyak jadi korban. Seperti yang di Seteluk baru-baru ini, itu anak kecil yang digigit anjing,” ungkapnya.
Sebagai langkah upaya mengentaskan tingginya kasus gigitan HPR di dua Kecamatan itu, Distan KSB sudah menyiapkan langkah. Salah satunya melalui kegiatan eliminasi terbatas. Isnia menyebut, baru-baru ini Pemerintah Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk telah bersurat ke dinas untuk melakukan proses eliminasi terbatas itu.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Perbakin, Satpol PP dan Dinas LH untuk itu. Mungkin kalau tidak minggu ini, minggu depan kami turun lapangan melaksanakannya,” katanya seraya menambahkan kegiatan elminiasi terbatas itu juga akan dilaksanakan di Jereweh dan Taliwang.
“Kota (Taliwang) juga akan kita agendakan kegiatan eliminasi terbatas karena kalau bicara kasus gigitan, Taliwang juga masih terjadi di tahun ini,” sambung Isnia.
Selanjutnya Isnia memaparkan, terkait capaian kegiatan vaksinasi HPR tahun ini. Ia mengatakan, hingga akhir Oktober lalu, sebanyak 2.200 dosis telah terpakai. Capaian itu sudah melebihi dari setengah dari target vaksinasi di tahun 2025 ini. “Tahun ini kita dapat 3.200 dosis. Pengadaan APBD 1.200 dosis, dari pusat dan provinsi kita dapat masing-masing 1.000 dosis,” urainya.
Isnia mengakui, tahun ini terjadi penurunan minat warga untuk melakukan vasinasi terhadap hewan peliharaannya. Itu dipicu karena warga umumnya merasa kasus gigitan HPR di sekitar lingkungannya tidak terjadi.
“Biasanya kalau heboh ada kasus gigitan, maka yang punya anjing, kucing atau HPR lainnya baru ramai-ramai mau vaksin peliharannya. Seperti sekarang Jereweh dan Seteluk permintaan vaksin banyak,” imbuhnya. (bug/*)


