spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURLedakan Elpiji 3 KG, IRT di Desa Prigi Alami Luka Bakar

Ledakan Elpiji 3 KG, IRT di Desa Prigi Alami Luka Bakar

Selong (Suara NTB) – Seorang ibu rumah tangga (IRT) mengalami luka bakar serius akibat ledakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg di dapur rumahnya. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 3 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WITA di Dusun Bukit Durian Utara, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.

Korban, Eli Ardayani (27), petani, menderita luka bakar di sekujur tubuhnya dan kini dirujuk untuk perawatan intensif.

Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, kejadian berawal sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, Eli berusaha menyalakan kompor gas di dapurnya untuk memasak, namun kompor tidak menyala. Tanpa mematikan regulator atau mengecek kebocoran, Eli meninggalkan rumah dengan kondisi kran kompor masih dalam posisi ‘ON’. Ia pergi ke Puskesmas Labuhan Lombok selama kurang lebih 30 menit untuk menjenguk keluarga.

Sekitar pukul 10.00 WITA, Eli kembali ke rumah dan langsung menuju dapur. Saat ia menyalakan korek atau memutar ulang pengapian kompor, ledakan hebat pun terjadi. Eli berhasil keluar dari dapur sambil berteriak minta tolong. Para tetangga, termasuk Satriani (32) dan Inaq Rayan (38), segera datang membantu.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulance desa ke Puskesmas Suela untuk pertolongan pertama.
Dokter Puskesmas Suela, dr. Luluk, menjelaskan bahwa Eli Ardayani mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 36% di bagian wajah, leher, kedua tangan, dan lutut. Kondisi tersebut mengharuskannya dirujuk ke Rumah Sakit Labuhan Haji untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemantauan di tempat kejadian, diduga kuat ledakan terjadi akibat kombinasi faktor. Pertama, kran kompor yang dibiarkan menyala (ON) saat kompor tidak terkik, menyebabkan gas elpiji terus mengalir dan memenuhi ruangan. Kedua, dapur korban minim ventilasi udara, sehingga gas yang bocor terakumulasi dan mencapai titik konsentrasi yang mudah meledak. Saat Eli menyalakan api satu jam kemudian, percikan tersebut memicu ledakan dahsyat.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam penggunaan gas elpiji di rumah tangga. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan regulator dan kran kompor dalam posisi mati jika kompor tidak digunakan. Jika kompor tidak menyala setelah beberapa kali dicoba, segera matikan kran dan tunggu beberapa saat agar gas yang mungkin bocor menghilang sebelum menyalakan kembali.

Pastikan pula area dapur memiliki ventilasi udara yang baik untuk menghindari penumpukan gas. Kewaspadaan dan penerapan prosedur keselamatan yang tepat dapat mencegah terjadinya musibah serupa di masa depan.

Kepala Seksi Humas Polres Lotim, AKP Nikolas Osman menjelaskan aparat kepolisian dari Sektor Suela langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan identifikasi. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO