Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha menyampaikan capaian pembangunan yang telah dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sepanjang tahun 2025 ini. Mulai pembangunan jalan, irigasi hingga monumental yakni penataan ibu kota kabupaten. Wabup juga menekankan PUPR terus mengikatkan responsibilitas pada keluhan masyarakat yang sejauh ini dinilai sudah bagus.
Hal ini disampaikan Wabup Hj. Nurul Adha ketika memimpin upacara Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas PUTR Lobar, Rabu (3/12/2025).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kerja Nyata Membangun Infrastruktur Lombok Barat” sebagai bentuk refleksi komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lobar, jajaran Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, Sekretaris OPD, para Camat, Ketua Baznas Lobar, serta seluruh peserta upacara dari lingkungan Dinas PUTR Lobar.
Wabup Lobar Hj. Nurul Adha mengapresiasi jajaran Dinas PUTR, para mitra swasta, dan seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras menjaga capaian target pembangunan di Lobar.
Ia menegaskan semangat berbakti, militansi, dan daya juang tinggi yang diwariskan para pahlawan serta para taruna menjadi “napas dan insang” bagi PUPR dalam menjalankan tugas, terlebih di tengah upaya percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lobar.
Wabup menjelaskan capaian pembangunan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025. Dalam rangka meningkatkan konektivitas wilayah pemerintah telah melaksanakan sejumlah pekerjaan strategis, di antaranya pemeliharaan ruas jalan Telagawaru–Pagutan, pemeliharaan ruas jalan Gerung Selatan, pembangunan ruas jalan perkotaan Gerung, serta penataan ruang publik melalui revitalisasi Taman Giri Menang dan penataan kompleks alun-alun di pusat perkotaan Gerung.
Di sektor sumber daya air, beberapa jaringan irigasi juga telah dikerjakan melalui dana APBD dan DAK, termasuk program yang dilaksanakan melalui Inpres bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. “Pembangunan yang kita lakukan harus memberikan manfaat yang luas dan berdampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini selaras dengan misi prioritas kita, yaitu Sejahtera dari Desa,” harapnya.
Sementara Kadis PUTR Lobar Ahad Legiarto mengatakan, pihak terus meningkatkan responsibilitas keluhan warga soal Infrastruktur. Pihaknya telah menyiapkan bagi masyarakat menyampaikan informasi melalui aplikasi Si Lapor ditambah Sapa Bupati. “Itu media untuk keluh kesah masyarakat, ini kita tanggapi sesegera mungkin,”kata Ahad.
Respons dilakukan diupayakan sehari, tim turun lapangan lalu direncanakan. Untuk penanganan awal biasanya oleh BPBD jika menyangkut bencana, sedangkan pihaknya masuk pada perencanaan konstruksi penangan. Lalu disampaikan ke BPBD untuk dilaksanakan. “Itu bentuk respons cepat Pemkab,” imbuhnya.
Sedangkan untuk penanganan kerusakan yang kecil-kecil melalui pemeliharaan. Namun anggarannya masih minim, di mana pada APBD Perubahan Rp150 juta. Tahun depan pihaknya mengusulkan Rp3 miliar. (her)


