spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaBIMAPemancing Terseret Ombak di Karumbu Ditemukan Meninggal Dunia

Pemancing Terseret Ombak di Karumbu Ditemukan Meninggal Dunia

Bima (suarantb.com) – Pemancing asal Kelurahan Penaraga, Kota Bima, Rusli alias Roy (54), yang hilang setelah terseret ombak di perairan Karumbu, akhirnya ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan menemukan jenazahnya di perairan So Moa, Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 14.10 Wita, setelah dua hari pencarian dilakukan tanpa henti.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Selasa (2/12/2025), usai dua perahu pemancing yang ditumpanginya bersama delapan rekannya dihantam ombak besar dan terhempas ke tebing. Kedua perahu itu, Perahu Dirma dan Perahu Ismail, kandas dan karam, membuat seluruh penumpang tercebur ke laut. Tim gabungan berhasil menyelamatkan delapan pemancing, sedangkan Rusli alias Roy hilang terseret arus kuat.

Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, mengatakan operasi pencarian pada hari kedua dimulai sejak pagi dari Dusun Wane, Desa Tolotangga. “Kami bergerak pukul 06.10 Wita dan langsung melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat. Setelah beberapa jam pencarian, korban berhasil kami temukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan unsur Pos SAR Bima, Sat Polairud Polres Bima dan Polres Bima Kota, Tagana Dinsos, Polsek Langgudu, Koramil, perangkat Desa Pusu, BPBD Kabupaten Bima, serta puluhan nelayan dari Desa Pusu dan Dusun Wane. Penyisiran dilakukan di sekitar area So Moa, lokasi yang dikenal memiliki karakter gelombang yang mudah berubah ekstrem.

Menurut Darwis, kekuatan ombak menjadi tantangan utama dalam operasi SAR kali ini. Meski begitu, seluruh unsur tim tetap melanjutkan pencarian sesuai rencana. “Proses pencarian berjalan lancar berkat dukungan semua unsur. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung kami serahkan ke pihak keluarga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolsek Langgudu, Iptu Suhailin, membenarkan kronologi awal kejadian yang berujung hilangnya korban. Ia menyebut para pemancing sedang menuju spot memancing di So Moa sebelum gelombang mendadak menghantam perahu. “Ombak besar tiba-tiba datang dan menghantam perahu hingga terlempar ke tebing. Kedua perahu kemudian karam dan para pemancing terjatuh ke laut,” jelasnya.

Suhailin juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim cuaca tidak stabil. “Belakangan ini gelombang sering datang tiba-tiba. Kami imbau nelayan dan pemancing tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak aman,” tegasnya.
Dengan ditemukannya korban hilang, operasi SAR resmi ditutup. Aparat berharap masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama di wilayah perairan yang memiliki kontur tebing dan ombak yang kerap berubah tiba-tiba. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO