Praya (Suara NTB) – Event budaya nasional Bau Nyale diputuskan bakal digelar pada tanggal 7-8 Februri 2026 mendatang. Putusan tersebut diambil dalam Sangkep (rapat) Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bertempat di area Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).
Dalam pertemuan yang dihadiri belasan pemuka adat perwakilan dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok tersebut, muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni awal bulan Maret dan awal bulan Februari. Namun sebagian besar para pemuka adat berpendapat bahwa Nyale (cacing laut) yang menjadi core dari event Bau Nyale akan keluar pada bulan Februari 2026 dan, hanya sebagian kecil yang berpendapat di bulan Maret.
“Atas dasar suara terbanyak kemudian diputuskan Bau Nyale digelar pada tanggal 7-8 Februari 2026,” sebut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Loteng Lalu Sungkul, kepada awak media.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sangkep Warige kali ini digelar lebih cepat. Hal itu dilakukan untuk bisa memberi waktu persiapan yang cukup. Baik itu persiapan dari sisi teknis pelaksanananya maupun promosinya. Harapannya, gelaran event Bau Nyale kali ini bisa lebih sukses dari gelaran sebelum-sebelumnya.
Event Bau Nyale tidak masuk dalam kalender event pariwisata nasional. Tapi bukan berarti Bau Nyale tidak lagi menjadi event nasional. Bahwa status event Bau Nyale tetap menjadi event nasional. Hanya saja untuk tanggung jawab pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Loteng. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat hanya bersifat supporting (pendukung).
“Jadi bukan karena tidak lagi masuk dalam kalender event nasional sehingga status event Bau Nyale tidak lagi menjadi event nasional. Statusnya tetap sebagai event nasional. Namun penyelenggaraan lebih mandiri. Karena Pemkab Loteng dinilai sudah mampu menyelenggarakan event skala nasional secara mandiri,” jelasnya.
Disinggung rangkaian kegiatan event Bau Nyale kali ini, Sungkul menegaskan segera akan diputuskan. Termasuk konsep eventnya. Hanya saja, karena gelaran event Bau Nyale kali ini menjelang bulan puasa, maka side event pendukungnya akan lebih banyak digelar sebelum perayaan puncak.
Terkait pelaksanaan Sangkep Warige penentuan hari Bau Nyale kali ini yang dilaksanakan di area Sirkuit Mandalika, Sungkul mengungkapkan ada dua alasan utama. Pertama, melakukan napak tilas sejarah event Bau Nyale. Di tempat Sirkuit Mandalika berdiri saat ini merupakan tempat yang menjadi cikal bakal Bau Nyale dimulai.
“Jadi pada zaman dulu para leluhur kita berkumpul di tempat sirkuit Mandalika ini berdiri. Sebelum memulai pencarian Putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut yang kemudian diyakini menjelma menjadi cacing-cacing laut yang bercahaya yang dikenal sebagai Nyale oleh masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok,” terangnya.
Alasan kedua, lanjut Sungkul, pihaknya ingin mengajak para tokoh dan pemuka adat untuk mengenal Sirkuit Mandalika. Yang mungkin hanya tahu namanya saja. Tetapi belum pernah datang dan berkeliling Sirkuit Mandalika, sehingga tumbuh kebanggaan dan rasa cinta, bahwa daerahnya memiliki fasilitas kelas dunia bernama Sirkuit Mandalika. (kir)



