Mataram (suarantb.com) – Progres perbaikan jalan Simpang Tano-Seteluk sepanjang 3,8 kilometer di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mencapai 63 persen pada akhir November kemarin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin mengatakan pihaknya optimis proyek jalan yang bersumber dari APBD ini bisa tuntas tahun ini. Bahkan, bisa diresmikan pada Ultah NTB ke-67 pada 17 Desember 2025. “Harapannya memang bisa diselesaikan pada 17 Desember,” ujarnya.
Proyek perbaikan Jalan Simpang Tano-Seteluk yang menelan anggaran hingga Rp32,5 miliar ini mulai dikerjakan pada September 2025 lalu. Dengan waktu tiga bulan saja, Pemprov NTB berhasil menyelesaikan proyek tersebut.
Meski memasuki musim hujan di akhir tahun, Sadimin mengaku memang kondisi cuaca cukup mengganggu proses pengerjaan. Namun, pengerjaan proyek Jalan Simpang Tano-Seteluk menunjukkan hasil progresif.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan, perbaikan jalan ini menjadi prioritas, mengingat ruas jalan Simpang Tano-Seteluk yang setiap tahun sering mengalami banjir, mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga sekitar. Dengan adanya rekonstruksi ini, diharapkan kondisi jalan akan jauh lebih baik dan mendukung mobilitas yang lebih lancar.
“Saya merasa senang bisa menepati janji untuk memperbaiki infrastruktur di Kabupaten Sumbawa Barat. Pekerjaan ini akan sangat membantu masyarakat. Terutama dalam mempercepat perputaran ekonomi,” ujar Gubernur saat bertemu dengan masyarakat Desa Tambak Sari, Kecamatan Tano beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan, agar Jalan Simpang Tano-Seteluk yang diperbaiki dan saluran drainase dapat dijaga dan dirawat bersama-sama. “Agar tidak terjadi sedimentasi yang menyebabkan banjir, kita harus gotong-royong dalam menjaga kebersihan gorong-gorong dan saluran drainase,” tambahnya.
Proyek rekonstruksi Jalan Simpang Tano-Seteluk adalah bagian dari paket besar perbaikan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa Barat yang mencakup tiga ruas jalan utama. Yakni Dasan Geres–Pohgading, Simpang Tano–Seteluk, dan ruas jalan di Lunyuk. Total anggaran untuk perbaikan tiga ruas jalan ini mencapai Rp86 miliar. (era)


