PEMPROV NTB melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., mengimbau masyarakat tetap menciptakan suasana yang nyaman, aman dan kondusif. Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu dan melakukan tindakan yang merusak suasana aman dan kondusif.
‘’Mari kita kedepankan saling toleransi, saling pengertian dan saling menghargai. Kita sama-sama warga NTB, kita bersaudara dan berkeluarga. Mari kedepankan ukhuwah Islamiyah, rasa persaudaraan kita tekankan,’’ ujarnya menjawab Suara NTB saat dikonfirmasi terkait penyerangan yang dilakukan satu kelompok warga ke salah satu tempat di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Minggu 12 mei 2024.
Masyarakat harus mengedepankan toleransi satu sama lain dan tidak merasa menang satu dengan lainnya. Apalagi, jika persoalan tersebut oleh persoalan sepele dan bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan duduk bersama.
‘’Kedepankan toleransi dan tidak usah merasa menang-menangan, karena ini dipicu persoalan sepele, dan mesti diselesaikan dengan kepala dingin, duduk bersama, saling ngopi-ngopi dan tidak diselesaikan dengan emosi ,’’ tambahnya.
Ditegaskannya, tidak ada untungnya, jika persoalan diselesaikan dengan kekerasan, karena yang rugi adalah masyarakat itu sendiri, terutama di sekitar daerah wisata. Menurutnya, jika suasana tidak kondusif di daerah wisata, wisatawan akan takut datang berkunjung dan berpengaruh pada masalah perekonomian.
‘’Karena semua itu muaranya perekonomian, kesejahteraan bisa tercapai yang dilihat adalah kondusivitas daerah. Kalau daerah kita tidak aman, maka kita tidak ada orang datang ke NTB. Takut dia,’’ ujarnya mengingatkan.
Pengunjung yang datang ke sini, ujarnya, adalah datang berwisata dan belanja. Kalau semakin banyak wisatawan yang datang, produk yang dijual akan laku. Tapi kalau tidak ada wisatawan yang datang, tidak ada yang datang membeli. ‘’Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas daerah. Ini yang harus dikedepankan,’’ katanya.
Untuk sosialisasi, diakuinya, pemerintah sudah sering melakukannya. Tidak hanya pemerintah provinsi, tapi juga pemerintah kabupaten/kota sudah sering kali melakukannya. Sementara kasus yang terjadi akhir pekan kemarin itu adalah salah paham antara warga, sehingga menyebabkan ada kasus yang terjadi.
Tidak hanya itu, Penjabat Bupati Lobar H. Ilham, juga sudah tegas pada
warga yang melakukan tindakan yang merusak kondusivitas akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Senada dengan Pj Bupati, pihaknya sekali lagi mengharapkan agar ketika ada persoalan yang terjadi dan bisa menyulut emosi warga yang lain untuk disaring dan dicari kebenarannya. Isu-isu hoaks atau tidak benar harus dicari kebenarannya, sehingga tidak menyebabkan tindakan yang bisa merusak suasana aman dan kondusivitas di tengah masyarakat. (ham)