Mataram (Suara NTB) – DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi NTB meminta kepada seluruh kandidat pada bakal calon kepala daerah (Bacakada) di Pilkada NTB 2024 yang sudah mendaftar. Agar segera memastikan paket pasangannya dan parpol koalisi paling lambat sampai dengan tanggal 30 Mei 2024.
Hal itu disampaikan Ketua DPW PPP NTB, H Muzihir mengingat partainya akan segera merampungkan proses dukungan partainya di Pilkada NTB 2024. Sebab jika syarat pasangan dan parpol koalisi sudah dipenuhi, akan menjadi pertimbangan PPP dalam memutuskan arah dukungannya.
Muzihir menerangkan bahwa pihaknya sudah memiliki timeline yakni, tanggal 1 Juni 2024 akan dilaksanakan rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) yang mengundang semua ketua, sekretaris dan bendahara DPC PPP di 10 kabupaten/kota, serta pengurus harian DPW dalam rangka penentuan pasangan calon kepala daerah di NTB. Baik Pilkada Gubernur hingga Pilkada kabupaten/kota.
“Jadi, Rapimwil ini adalah forum untuk kita menentukan sikap dan arah politik dalam rangka penentuan pasangan calon di Pilkada 2024 untuk kita bawa ke DPP,” ujar Muzihir pada wartawan di kantor DPW PPP NTB, Jumat 24 Mei 2024 kemarin.
Menurut Wakil Ketua DPRD NTB ini, sejauh ini Desk Pilkada DPW PPP NTB sudah menerima pendaftaran sebanyak delapan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Gubernur 2024.
Di mana, tujuh orang mendaftar sebagai bakal calon gubernur yakni, HM Suhaili FT (Mangan Bupati Loteng dua periode), Penjabat (Pj) Gubernur NTB HL. Gita Ariadi, Mantan Gubernur Zulkieflimansyah, Mantan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah dan Mantan Duta Besar Turki Lalu Muhammad Iqbal.
Sedangkan, untuk bakal Calon wakil gubernur yakni, HW. Musyaifirin (Bupati KSB dua periode) dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lombok Timur drg Asrul Sani. Muzihir menyebut bahwa dari delapan Bacakada itu, yang sudah positif berpasangan adalah Sitti Rohmi Djalilah-HW Musyaifirin (Rohmi-Firin) dan Suhaili – Asrul Sani.
“Kalau yang lainnya masih sendiri-sendiri, maka ini yang kita minta sebelum tanggal 30 Mei, harus fiks terkait pasangan hingga parpol pengusungnya. Apalagi, kami juga akan minta calon kepala daerah untuk juga melakukan survei,” tegas Muzihir.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk tiga orang bakal calon kepala daerah dari internal PPP di Pilkada 2024, yakni TGH Hazmi Hamzar di Pilkada Lotim, Syirajudin di Pilkada Dompu dan H. Weis Arqurnain di Pilkada Mataram, pihaknya juga telah mulai memberikan surat tugas agar para kader yang maju di Pilkada ini, mencari pasangan dan parpol koalisinya.
“Tapi, deadline mereka untuk mencari pasangan dan parpol adalah tanggal 15 Juni. Ini sedikit berbeda dengan para calon kepala daerah yang berasal dari luar kader. Namun juga tetap konsekuensinya, yakni jika sampai batas waktu tersebut belum ada progres, maka surat mandat itu akan kita ambil lagi,” tegas Muzihir.
Ia menegaskan langkah tegas dan deadline yang sudah diberikan lantaran PPP NTB tidak ingin ketinggalan kereta alias digantung dalam Pilkada kali ini. Sebab, PPP NTB memiliki kursi yang sangat signifikan sesuai hasil pemilu 2024.
“Di DPRD NTB kursi PPP adalah tujuh kursi, jadi tinggal enam kursi saja kita bisa mengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur ke KPU. Ini juga termasuk raihan kursi di kabupaten/kota yang juga sangat signifikan, maka kami enggak mau digantung dan ketinggalan kereta,” pungkasnya. (ndi)


