spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBDAK Fisik Masih Rendah

DAK Fisik Masih Rendah

Mataram(suarantb)- KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan NTB, Ratih Hapsari Kusuma mengatakan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk provinsi NTB masih sangat rendah. Rendahnya DAK Fisik ini ditakutkan akan berdampak pada molornya pembangunan infrastruktur di daerah.

“Yang perlu kita perhatikan, DAK fisik ini angkanya masih sangat rendah, ini yang kami sampaikan ke pemerintah daerah, karena kalau DAK Fisik ini tidak terserap maksimal, artinya itu ada potensial loss yang harusnya untuk pembangunan,” katanya pada Kamis 13 juni 2024

Ia melanjutkan bahwa kurangnya DAK Fisik ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perencanaan dan kontrak pembangunan yang tidak sesuai serta petunjuk teknis (juknis) pembangunan yang telat dikeluarkan.

Ia mencontohkan bahwa apabila Rendahnya DAK Fisik dikarenakan petunjuk teknis yang lambat dikeluarkan serta perencanaan pembangunan yang tidak bagus maka akan berdampak pada daerah, dimana daerah tidak bisa mendapatkan atau menyerap dampak optimal dari DAK Fisik Ini.

Adapun selain untuk pembangunan infrastruktur daerah, Dana Alokasi Khusus Fisik ini juga akan digunakan oleh Pemda untuk membantu mengurangi kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, membantu meningkatkan daya usaha, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan termasuk di dalamnya untuk penurunan stunting dan pendidikan.

Sementara itu, baru empat kabupaten yang sudah menerima DAK Fisik di semester pertama tahun 2024 ini, diantaranya ada Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan kabupaten Sumbawa Barat.

Lombok Utara mendapatkan DAK Fisik untuk tahun 2024 senilai Rp85 miliar namun baru diterima oleh daerah hanya 13.20% atau setara dengan Rp11 miliar.  Lombok Timur mendapat DAK Fisik senilai Rp256 miliar, baru diterima senilai Rp22,7 miliar. Kabupaten Sumbawa mendapat DAK Fisik senilai Rp168,7 miliar, namun baru mendapatkan senilai Rp6,3 miliar. Terakhir ada Kabupaten Sumbawa Barat yang mendapat DAK Khusus senilai Rp105,7 miliar dan baru mendapatkan senilai Rp2,1 miliar. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO