spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaNTBGantikan Lalu Gita AriadiHari Ini, Hassanudin Dilantik Mendagri sebagai Pj Gubernur NTB

Gantikan Lalu Gita AriadiHari Ini, Hassanudin Dilantik Mendagri sebagai Pj Gubernur NTB

Mataram (Suara NTB) –Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengganti Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Gubernur NTB. Lalu Gita Ariadi digantikan Hassanudin yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Pelantikan dijadwalkan Senin 25 Juni 2024 hari ini pukul 15.30 WIB, bertempat di Sasana Bhakti Praja (SBP) Lantai 3 Gedung C Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara No 7, Jakarta Pusat.Pergantian Pj Gubernur NTB ini dipastikan setelah adanya undangan pelantikan dengan nomor 100.2.1.3/2817/SJ tertanggal 21 Juni 2024. Undangan pelantikan yang ditandatangani Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, M.Si., ditujukan pada tiga Pj Gubernur di Indonesia, yakni Pj Gubernur Sumatera Utara, Pj Gubernur Sumatera Selatan dan Pj Gubernur NTB. Undangan juga ditujukan pada anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta 10 anggota keluarga masing-masing Pj Gubernur untuk menghadiri pelantikan.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Ir. H. Lalu Hamdi, M.Si., membenarkan adanya undangan pelantikan Pj Gubernur NTB yang baru di Jakarta. Meski demikian, Lalu Hamdi tidak mau berkomentar banyak, karena masalah pelantikan ini sepenuhnya berada di Kemendagri.”Undangan untuk NTB sudah kita sampaikan ke setiap yang diundang untuk menghadiri pelantikan Pj Gubernur di Jakarta,” ujarnya, Sabtu, 22 Juni 2024.
Sementara Penjabat (Pj) Gubernur NTB, H. Lalu Gita Ariadi, langsung memberikan keterangan resmi di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu, 22 Juni 2024 siang. Kepada wartawan H. Lalu Gita Ariadi membenarkan adanya undangan pergantian Pj Gubernur di Jakarta, Senin, 24 Juni 2024.

‘’Benar adanya. Apa yang ada itu sudah melalui diskusi panjang. Dan bagi saya, hal yang biasa-biasa saja. Momentumnya sudah saatnya. Jadi tidak ada kekagetan apapun,’’ ujarnya.Diakuinya, pergantian Pj Gubernur ini adalah jawaban dari doanya. Selama ini dirinya berdoa agar diberikan petunjuk dengan keputusan yang dilakukan. ‘’Allah sebagai pemberi dari berbagai solusi terhadap berbagai masalah. Mudah mudahan diberikan petunjuk pada jalan yang solah (bagus), sehingga saya tidak mengambil keputusan-keputusan yang salah,’’ ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Lalu Gita Ariadi menyampaikan pergantian Pj Gubernur bukan dilakukan secara langsung oleh pemerintah pusat. Menurutnya, sebelum penyampaian undangan pelantikan pergantian Pj Gubernur sudah dilakukan pembicaraan dengan Kemendagri melalui zoom beberapa kali.

Hal ini juga menindaklanjuti surat Mendagri tanggal 16 Mei 2024 yang lalu. Bila ada Pj Kepala Daerah yang mau maju Pilkada, persyaratannya 40 hari sebelum pendaftaran mengajukan permohonan pengunduran diri. Pengajuan permohonan pengunduran diri itu, tambahnya, tidak otomatis berhenti sebagai Pj Kepala Daerah.

‘’40 hari itu diawali dari DPRD menyampaikan usulan -usulan. Karena itu edaran, walau di internal juga Karo Pemerintahan menyampaikan 40 hari kerja. Hitung berapa? Yang tertulis di surat edaran adalah 40 hari. Tidak ada hari kerja. Jika dihitung 40 hari, maka saya mundurnya awal Juli. Saya mungkin nanti mundurnya di akhir bulan Juni,’’ terangnya.
Diakuinya, pada 26 Juni 2024 merupakan jadwal dirinya dievaluasi sebagai Pj Gubernur NTB oleh Kemendagri. Setelah evaluasi itu, dirinya sudah menyiapkan surat pengunduran diri sebagai Pj Gubernur NTB karena akan maju pada Pilkada 2024.‘’Jadi secara administrasi itulah yang akan dilakukan. Secara administrasi saya menyiapkan surat pengunduran diri tersebut,” jelasnya.

Lalu Gita juga menegaskan, jika pergantian dirinya sebagai Pj Gubernur bukan karena ada kasus. Tapi pergantian Pj Gubernur NTB sudah melalui proses pembahasan di Kemendagri. Hal ini dibuktikan dengan pelantikan tiga Pj Gubernur sekaligus. Yakni Pj Gubernur Sumatera Utara dan Pj Gubernur Sumatera Selatan. Tidak hanya itu, ungkapnya, jika ada kasus selama dirinya menjabat, maka akan ada pemanggilan khusus oleh pihak Kemendagri.

Setelah tidak lagi sebagai Pj Gubernur NTB, ungkapnya, sebelum melakukan permohonan pengunduran diri, sekarang ini pihaknya sedang mempersiapkan masa transisi dari dirinya ke Pj Gubernur penggantinya.Lalu Gita Ariadi menjabat sebagai Pj Gubernur NTB sembilan bulan, 5 hari. Semenjak dilantik sebagai Pj Gubernur NTB tanggal 19 September 2023 di Jakarta oleh Mendagri Tito Karnavian, Lalu Gita mengklaim telah menjalankan empat tugas sebagai penjabat dengan baik. Pertama, konsentrasi dalam penanganan kemiskinan ekstrem, menurutnya, NTB sudah memiliki roadmap terkait penurunan kemiskinan ekstrem.

Tugas kedua, ujarnya fokus dalam mengatasi stunting. NTB merupakan provinsi paling progresif dalam penanganan stunting di Indonesia, yakni turun 8,1 persen dari 32,7 menjadi 24,7 persen. Ketiga, pada pengendalian inflasi, NTB di bawah komandonya diklaim berhasil dalam mengatasi masalah inflasi, bahkan mendapatkan penghargaan TPID Award dari Presiden Ir. H. Joko Widodo.

NTB menjadi daerah terbaik penanganan inflasinya di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. ‘’10 provinsi Indonesia Timur, kita yang terbaik pengendalian inflasinya,” terangnya.
Sementara yang ke empat, pelaksanaan pemilihan legislatif, pemilihan presiden berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya gejolak yang berarti di lapangan selama pelaksanaan pemilihan.

Terkait rencana pencalonannya sebagai bakal calon gubernur bersama Dr. H. M. Sukiman Azmy, Lalu Gita menegaskan tetap jalan terus sesuai yang telah direncanakan. Termasuk dalam membangun komunikasi dengan sejumlah pihak. Namun karena dirinya sebagai ASN tentu ada etika yang harus ditaati sebagai seorang ASN. Menurutnya, ada aturan main yang harus diikuti jika ingin mengikuti Pilkada. ‘’Bahkan, tim-tim kami sudah persiapkan,’’ ujarnya. (ham)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO