spot_img
Sabtu, Juli 20, 2024
spot_img
BerandaEKONOMIKrisis Air di Gili Meno, GNE Siap Beroperasi Kembali dengan Catatan

Krisis Air di Gili Meno, GNE Siap Beroperasi Kembali dengan Catatan

Mataram (Suara NTB) – PT. Gerbang NTB Emas (GNE) menyatakan kesiapannya untuk kembali beroperasi bersama PT. Berkat Air Laut (BAL) dalam melayani penyediaan air bersih di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PT. GNE, Muhammad Ihsanul Wathony, di Mataram pada Jumat, 5 Juli 2024.

Terhentinya layanan air bersih di Gili Meno berawal dari persoalan izin operasi yang dihadapi PT. GNE dan PT. BAL. Kedua perusahaan tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak karena dianggap tidak memiliki izin resmi. Masalah ini kemudian bereskalasi ke ranah hukum, dan saat ini pucuk pimpinan PT. BAL dan PT. GNE tengah ditahan menunggu proses pengadilan.

Di sisi lain, desakan agar layanan air bersih segera kembali beroperasi datang dari berbagai pihak, terutama dari rumah tangga dan pengusaha di Gili Meno yang selama ini bergantung pada air bersih dari PT. BAL dan PT. GNE. Muhammad Ihsanul Wathony menegaskan bahwa statusnya saat ini di GNE adalah Plh, yang akan berlangsung hingga adanya keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai penetapan pimpinan definitif untuk PT. GNE.

“Saya belum berani mengambil kebijakan apapun. Karena memang, kami ini hanya Plh menunggu RUPS. Toh juga kepengurusan yang sekarang sudah habis periodesasinya tidak tahu apakah dilanjutkan atau tidak, saya tak berani berkomentar lebih jauh dengan kewenangan terbatas yang kami miliki,” jelasnya.

Ihsanul menambahkan, jika ada arahan dari pemerintah atau pemegang saham untuk melayani kembali air bersih di Gili Meno, pihaknya siap mengikutinya. “Kalau Gubernur perintah kita siap, sampai hari ini belum ada arahan tersebut, jadi selebihnya kami tak berani komentar terlalu jauh,” terangnya.

Namun, kepastian harus didapat terlebih dahulu mengenai siapa yang menjamin bahwa operasional PT. BAL dan PT. GNE di Gili Meno tidak akan menghadapi masalah hukum serupa di masa mendatang seperti yang terjadi saat ini. “Kita sebenarnya sangat prihatin dengan kondisi air di Gili Meno, bahkan teman-teman di Gili Meno sudah kontak kami, tapi jawaban kami sama, bahwa kami tidak berani untuk melakukan aktivitas kembali di sana. Sebelum ada yang memastikan, tidak ada persoalan hukum di kemudian hari,” lanjutnya.

Saat ini, PT. GNE belum bisa berbuat banyak terkait krisis air bersih di Gili Meno karena kekhawatiran akan adanya persoalan hukum yang berulang. Ichan berharap PT. GNE bersama PT. BAL bisa melayani kembali air bersih di Gili Meno karena ini adalah kebutuhan dasar masyarakat.

“Pada prinsipnya, PT. GNE adalah anak kandung dari pemerintah, yaitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini Pemprov NTB. Kalau ada yang tanyakan apakah kami siap beroperasi di Gili Meno? Selama ada jaminan tidak ada persoalan hukum kemudian hari, dan ada perintah langsung dari pemegang saham pengendali, kami akan bicara kembali dengan PT. BAL. Karena yang punya mesin dan alat serta instalasi itu PT. BAL,” ujar Ichan  menutup pernyataannya. (bul)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -


Most Popular

Recent Comments