spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURParade Dulang Semarakkan Harganas Ke 31 Provinsi NTB

Parade Dulang Semarakkan Harganas Ke 31 Provinsi NTB

Selong (Suara NTB) – Parade 700 dulang dengan iringan gendang beleq menyemarakkan kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 31 Provinsi NTB di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Senin, 29 Juli 2024.  Ratusan dulang dengan tutup saji atau tembolak merah itu dibawa khusus oleh perempuan dari Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela.

Parade dulang ini merupakan rangkaian terakhir dari puncak Kegiatan Harganas yang dihadiri Kepala Pusdiklat BKKBN RI,  Dr. Makrifudin, Penjabat Gubernur NTB Dr. Hassanudin bersama istri dan pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB.  Pj Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik dan perwakilan Bupati Walikota se-NTB, unsur forkopimda dan pimpinan instansi, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pj Gubernur NTB, Hassanudin, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi parade budaya dulang yang ada di masyarakat Lotim. Kearifan lokal yang sudah terbangun ini diharapkan dapat terus dilestarikan untuk generasi selanjutnya. Budaya diakuinya banyak mengandung nilai-nilai baik yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Warisan budaya dulang ini harus dilestarikan,” ungkap Pj Gubernur.

Upaya pelestarian nilai budaya ini katanya dengan tidak mengurangi dan menghilangkan nilai kearifan lokal yang unik dan menyenangkan.

Parade dulang ini dibawa langsung warga di Desa Pengadangan. Desa ini terkenal dengan budaya seribu dulang yang rutin dilakukan tiap tahun. Dulang sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar sesama. Ratusan dulang yang dibawa ini sepenuhnya dibiayai Pemkab Lotim sebesar Rp250 juta dan sisanya merupakan swadaya masyarakat.

Pj Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik menyampaikan sengaja menyuguhkan dulang dalam momentum Harganas ini sesuai tema kembali ke meja makan. Hal ini dilakukan dalam upaya membangun kehidupan harmonis dalam kehidupan berkeluarga. Makan bersama menggunakan dulang dalam mempererat hubungan keluarga.

Dari 700 dulang, disediakan khusus 100 dulang untuk tamu VIP. Sisanya untuk tamu undangan yang hadir. Melalui peringatan Harganas ini juga menjadi salah satu upaya melestarikan adat dan budaya di daerah,” ungkap ketua tim dulang Harganas ke 31 di Lombok Timur Purnama Hadi.

Harganas ini juga makin semarak dengan penampilan peragaan kain khas Pringgasela di hadapan tamu undangan. Atraksi tenun khas dari remaja Pringgasela diketahui pernah disuguhkan pada acara Kharisma Event Nusantara (KEN) satu satunya di Lotim dalam kemasan Alunan Budaya Desa Pringgasela. Atraksi ini cukup menghipnotis ratusan pasang mata, karena kreasi motif kain tenun Pringgasela yang ditampilkan cukup unik dan menarik. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO