spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMOrang Tua Tidak Izinkan Anaknya Diimunisasi Polio

Orang Tua Tidak Izinkan Anaknya Diimunisasi Polio

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN) polio di Kota Mataram nampaknya tidak berjalan mulus. Ratusan orang tua enggan memberikan izin anaknya untuk divaksin. Hal ini akan berdampak terhadap target sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menjelaskan, data proyeksi pemerintah pusat bahwa jumlah sasaran balita berusia 0-7 tahun di Kota Mataram, mendapatkan imunisasi polio sejumlah 62 ribu. Sementara, data riil balita mencapai 45 ribu. Capaian cakupan sampai 29 Juli baru mencapai 67,69 persen dari proyeksi atau 91,7 persen dari data riil.

Perbedaan data itu disebabkan karena masyarakat yang berasal dari luar memilih melahirkan di Kota Mataram, sehingga data kelahiran seolah-olah dianggap sebagai warga ibukota provinsi NTB tersebut. “Sehingga proyeksi itu masuk ke Kota Mataram, kenapa diambil data proyeksi itu karena untuk mendapatkan jumlah pasti cakupan imunisasi,” terangnya dikonfirmasi pada Selasa 30 juli 2024.

Emirald menyadari pelayanan imunisasi polio tidak berjalan mulus. Ratusan orang tua dari tiga sekolah di Mataram, tidak memberikan izin kepada anaknya untuk diimunisasi di sekolah. Alasan penolakan itu hanya perbedaan persepsi, adanya pemahaman atau keyakinan tentang imunisasi atau informasi yang tidak lengkap tentang imunisasi tersebut.

Pihaknya turun bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Mataram untuk duduk bersama sekaligus mensosialisasikan vaksin polio tersebut. Kendati demikian, tidak bisa dipaksakan  kepada orang tua yang enggan memberikan izin. “Ada di tiga sekolah dan jumlah ratusan. Saya tidak mengatakan ditolak, tetapi mungkin lain pemahaman saja,” ujarnya.

Keengganan orang tua memberikan izin anaknya diimunisasi otomatis berpengaruh terhadap capaian imunisasi polio di Kota Mataram. Dinas Kesehatan Kota Mataram, akan melakukan sweeping dari rumah ke rumah untuk mengecek balita yang belum diimunisasi karena berbagai macam kendala. Untuk sweeping sasaran juga tidak mudah tetapi tim melakukan kroscek satu persatu, karena harus menghadapi 45 ribu sasaran sehingga butuh waktu lama untuk melakukan pengecekan. “Bayangkan kita menghadapi 45 ribu balita, tidak mudah untuk mengecek satu persatu mana yang sudah dan belum divaksin polio,” terangnya.

Emirald menambahkan, pelaksanaan PIN polio masih tersisa lima hari mulai tanggal 29 Juli-3 Agustus untuk turun dari rumah ke rumah memastikan sasaran terlayani, sehingga ditargetkan 95 persen anak mendapatkan vaksinasi polio. (cem)

IKLAN

spot_img
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO