spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBPenuh, TPA Kebon Kongok Terancam Ditutup Awal Tahun 2025

Penuh, TPA Kebon Kongok Terancam Ditutup Awal Tahun 2025

Mataram (Suara NTB) – Volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok oleh kabupaten Lombok Barat dan kota Mataram mencapai 300 ton per hari.

Tingginya jumlah sampah yang dihasilkan oleh kedua daerah tersebut mengakibatkan TPA Regional Kebon Kongok di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, terancam ditutup pada awal tahun 2025. Hal ini karena landfill dua akan penuh pada Desember tahun ini.

“Umur landfil dua itu kita estimasi Desember 2024, jika tidak ada pengurangan volume sampah dari Lombok Barat dan kota Mataram, jika ada upaya keras dari pemda Lobar dan Mataram, untuk melakukan edukasi pemilahan dan pengolahan, maka volume sampahnya lebih berkurang,” ujarnya.

Julmansyah berharap, dengan adanya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya di kota Mataram saat ini mampu membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok.

“Dengan beroperasinya TPST Sandubaya, bisa mengurangi 40 ton per hari, sehingga volume sampah yang masuk landfil itu bisa berkurang,” harapnya.

Meski demikian, Julmansyah tetap mengupayakan perluasan landfill Kebon Kongok supaya penggunaan TPA ini bisa digunakan sampai dengan akhir 2025 nanti.

Karenanya, pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp2,5-3 miliar ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan perluasan landfil seluas 30 are.  “Kita pasti terus berusaha agar landfill ini akan terus dipakai. Oleh karena itu, sangat tergantung alokasi anggaran,” terangnya.

Menurutnya, pelebaran landfill ini merupakan suatu kebutuhan yang mendesak, sehingga diminta anggaran senilai tersebut pada perumusan APBD perubahan. Pun Julmansyah mengharapkan TAPD dan DPRD mengalokasikan dana yang diminta oleh pihak DLHK tersebut.

Jika permintaan DLHK tersebut disetujui oleh DPRD, rencananya pelebaran landfill dua ini akan ditambahkan geomembran dari gunung sampah yang telah ada di landfill tersebut. Tidak hanya itu, Julmansyah juga meminta Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menambah mesin pengolahan sampah di TPST Kebon Kongok. (era)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO