Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., tidak mempersoalkan penambahan anggaran untuk pembangunan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Kebon Talo, Ampenan. Seperti diketahui, Pemkot Mataram, melakukan revisi terhadap usulan anggaran pembangunan TPST Kebon Talo, Ampenan dari Rp80 miliar menjadi Rp100 miliar.
‘’Kalau ada anggaran dari pusat ya ndak apa-apa, silahkan saja. Mau tambah Rp150 miliar misalnya biar jadi TPST yang paling modern di Indonesia, supaya daeah lain bisa belajar, kan ndak jadi masalah. Yang penting APBD kita jangan diganggu,’’ katanya menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin.
Karena berdasarkan pembahasan anggaran perubahan APBD Kota Mataram banyak program yang kekurangan anggaran. ‘’Kasihan lurah kita. Kasihan pak camat kita yang mau menambah anggaran tetapi tidak bisa,’’ katanya. Pada prinsipnya, lanjut Muhtar, sepanjang penambahan anggaran untuk pembangunan TPST Kebon Talo tidak mengganggu APBD Kota Mataram, dirinya sangat mendukung.
Terlebih ke depan, keberadaan TPST menjadi kebutuhan pokok Kota Mataram. ‘’Karena saya yakin, ndak usah satu bulan, seminggu saja ditutupo Kebon Kongok itu sudah kalangkabut kita. Sampah berserakan di sana sini,’’ akunya. Dengan adanya TPST Kebontalo, ditambah dengan pembangunan satu TPST serupa di Kecamatan Sekarbela, tentu masyarakat tidak akan kesulitan. Terutama dalam hal pembuangan sampah.
Meski belum ada jaminan bahwa tiga TPST itu nantinya dapat menggantikan peran TPA Kebon Kongok, namun politisi Partai Gerindra ini optimis hadirnya tiga TPST itu nantinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat terkait tempat pembuangan sampah. ‘’Saya pikir, setiap program pasti ada kekurangan dan kelebihannya, tapi yang jelas kita harapkan ini cepat selesai. Sembari kita melihat daya tampungnya seperti apa,’’ terang Muhtar.
Pasalnya, pembangunan TPST, selain membutuhkan anggaran yang tidak kecil, juga membutuhkan lahan yang luas. Termasuk tenaga kerja. ‘’Ya artinya, mungkin pengangguran yang berdekatan dengan lokasi TPST kita nanti bisa menjadi salah satu pilihan untuk bekerja di sana,’’ imbuh anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini.
Muhtar optimis, sampah di Kota Mataram akan terurai meskipun pelan kalau misalnya di masing-masing kecamatan bisa terbentuk TPST. Muhtar melihat TPST cukup menjanjikan untuk menjawab tantangan persampahan ke depan. (fit)



