Mataram (Suara NTB) – Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih menunggu regulasi dan kepastian dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah, kementerian/lembaga negara yang memiliki tenaga honorer masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Dalam penerimaan PPPK tahun 2024 ini, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., jika tenaga honorer yang akan diangkat sebagai PPPK hanya mengikuti ujian administrasi.
‘’PPPK ujiannya hanya administrasi dengan seleksi manajemen berupa wawancara,’’ ujarnya saat dikonfirmasi di sela-sela mengikuti pelepasan kontingen PON NTB di Gelanggang Pemuda Mataram, Rabu, 28 Agustus 2024.
Meski demikian, ujarnya, kepastian dan mekanisme penerimaan PPPK pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis serta rincian formasi dari Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemerintah pusat juga memanggil pemerintah daerah hadir ke Jakarta, tanggal 30 Agustus mendatang.
Pihaknya berharap adanya pemanggilan dari pemerintah pusat ini akan jelas rincian formasi penerimaan PPPK di setiap daerah, termasuk di lingkup Pemprov NTB. Pada tahun 2024 ini, Pemprov NTB mengusulkan 360 penerimaan PPPK dan CPNS sebanyak 140 orang.
‘’Khusus Pemprov NTB, akan menerima PPPK sebanyak 360 orang, namun rincian formasi belum diterima dari Kemenpan RB. Seperti apa rincian formasi tunggu tanggal 30 Agustus,’’ terangnya.
Pihaknya berharap tenaga honorer yang sudah memenuhi syarat, baik dari sisi masa kerja, pendidikan dan formasi bisa diterima sebagai PPPK. Untuk itu, pihaknya mengingatkan tenaga honorer dan kontrak bisa diterima.
‘’Yang penting persyaratan yang ada dilengkapi. Jangan sampai ada kesalahan,’’ tambahnya.
Mengenai penerimaan CPNS, diakuinya, hingga Rabu pagi, jumlah pelamar yang sudah masuk sebanyak 250 orang. Sebagian besar formasi yang dibuka memiliki pelamar, termasuk dokter spesialis. Pihaknya masih menunggu hingga 6 September mendatang sampai proses seleksi administrasi yang dilakukan oleh pihak panitia.
Menurutnya, masih belum banyaknya pelamar ini, karena masih melihat peluang di beberapa formasi yang ada di pemerintah kabupaten/kota atau kementerian. Namun, mendekati akhir penutupan pendaftaran, pihaknya memperkirakan akan banyak yang memasukkan lamaran. (ham)



