spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKetika Keris “Mencari” Pemegangnya

Ketika Keris “Mencari” Pemegangnya

Menjadi seorang kolektor benda -benda yang memiliki perawatan khusus memang tidak mudah. Apalagi jika nanti, perawatan koleksi yang dimiliki tersebut harus melalui puasa hingga menyediakan beberapa persyaratan yang dibutuhkan.

“SEDANG mencari koleksi keris. Siapa tahu ada yang berjodoh,” ungkap Andar, salah satu pengunjung Pameran Keris di Lombok yang digelar di Pasar Seni Sayang-Sayang, Kota Mataram, akhir pekan kemarin.

Diakuinya, dari beberapa ratus keris, tombak atau senjata tajam lainnya yang berasal dari Lombok, Bali dan Jawa tersebut belum ada yang “berjodoh” dengannya. Menurutnya, jika ada keris yang cocok dengan pengunjung yang datang, maka berapapun harga keris itu pasti akan dibelinya. Apalagi nanti jika keris tersebut dianggap memiliki tuah dan cocok dijadikan koleksi dan disimpan di rumahnya dalam jangka waktu lama.

Meski demikian, ungkapnya, dari beberapa koleksi keris yang dipajang belum ada yang “berjodoh” dengannya, sehingga tidak ada koleksi keris yang dibelinya.

Begitu juga dengan Halili, penjual keris asal Madura, Provinsi Jawa Timur. Halili yang mengaku memiliki kemampuan membuat keris ini tidak terlalu menekankan pada pengunjung untuk membeli koleksi keris yang dipamerkan.

Dalam hal ini, mereka yang tergabung dalam komunitas penjual keris ini siap berpartisipasi ketika ada pameran atau bursa tosan aji di daerah, termasuk di Lombok NTB. Ada atau tidaknya produk yang laku, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkannya. Baginya yang terpenting berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar bersama komunitas.

Menyinggung mengenai perbandingan keris dari Jawa x Bali dan Lombok masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Baik dari gagangnya, lekukan atau aksesori yang ada di keris atau senjata bersangkutan.

Namun, pihaknya memberikan apresiasi terhadap koleksi keris yang ada di Lombok. Jika ditaruh gagang dengan keris dari Jawa dan Bali akan semakin menambah anggun keris Lombok.

Sementara terkait harga, ungkapnya, tergantung dari jenis koleksi, umur hingga jangka waktu pembuatan keris. Semakin lama waktu pembuatan keris hingga prosesi yang dilakukan semakin besar pula harga keris bersangkutan. “Terkadang harga biaya  pembuatan satu keris itu bisa sampai Rp10 juta lebih atau kurang,” tuturnya. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO