Mataram (Suara NTB) – Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, relatif rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi, potensi penyebaran perlu diantisipasi. Berdasarkan temuan kasus bahwa kompleks perumahan rawan penyebaran nyamuk aedes aegepty.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menyebutkan, secara kumulatif angka kasus demam berdarah dengue di Kota Mataram mencapai 400 orang. Jumlahnya relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Jika memperhatikan siklus cuaca semestinya di bulan September masuk musim penghujan, sehingga ini dikhawatirkan jika ada satu atau dua kasus petugas kesehatan langsung terjun ke lapangan untuk segera menangani. “Kami memiliki program untuk menangani pasca pemberantasan sarang nyamuk,” terangnya.
Pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan penyebaran demam berdarah dengue. Komplek perumahan sebut Emirald, paling rawan penyebaran DBD seperti di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Kedua, lingkungan yang memiliki aktivitas menimbun barang bekas seperti di Babakan, Karang Taliwang, dan Sayang-sayang. Tetapi yang menjadi pekerjaan rumah adalah di komplek perumahan.
Saat dilakukan edukasi terkadang petugas kesehatan kesulitan menemui pemilik rumah dengan rutinitas seperti bekerja dan lain sebagainya. “Justru yang kita temui adalah pembantunya. Jadi kami juga agak kesulitan untuk mengedukasi,” jelasnya.
Permasalahan ini menjadi tugas seluruh perangkat pemerintahan di bawah mulai dari kepala lingkungan dan kelurahan. Emirald tidak memungkiri dari 400 pasien positif DBD, juga berasal dari warga yang tinggal di perumahan. Di satu sisi, tidak ada kasus kematian akibat positif DBD. “Mudah-mudahan tidak ada kasus kematian,” ucapnya.
Penyebaran abate rutin dilakukan oleh kader di kelurahan. Selain itu, program satu rumah satu jumantik tetap berjalan. Emirald mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap perkembangan nyamuk aedes aegepty. Salah satunya melalui gotong royong di lingkungan, menerapkan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) barang-barang bekas serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. (cem)


