spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEHujan Sudah Mulai Turun, BPBD NTB Tetap Distribusi Air Bersih

Hujan Sudah Mulai Turun, BPBD NTB Tetap Distribusi Air Bersih

Mataram (Suara NTB) – Sepanjang periode 1 Januari – 30 September 2024 telah terjadi bencana alam sebanyak 84 kejadian di NTB, salah satunya yaitu bencana kekeringan yang tersebar di sebagian besar kabupaten/kota di NTB. Kekeringan sendiri tercatat di sembilan kejadian, kebakaran hutan dan lahan sebanyak enam kejadian dan sejumlah bencana lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahmadi mengungkapkan, saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan bencana kekeringan. Ada sejumlah upaya yang dilakukan untuk menanggulangi masalah kekeringan, salah satunya yaitu pengantaran air bersih ke masyarakat terdampak. Meskipun sudah turun hujan di sejumlah wilayah, namun pengantaran air bersih masih tetap dilakukan.

 “Meski ada hujan, tetapi itu kan tidak menyebar di semua wilayah, kalau pun ada juga, intesitasnya tidak terlalu tinggi,” ujar Ahmadi kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Sehingga BPBD NTB menyimpulkan bawa seluruh wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau. Pihaknya mencatat lebih dari 500 ribu jiwa terdampak bencana kekeringan ini. “Untuk penangannya, kami ada tambahan anggaran Dana Siap Pakai Rp 300 juta dari BNPB, kita maksimalkan penggunaannya untuk distribusi air bersih ke masyarakat terdampak,” jelas Ahmadi.

Di kondisi seperti ini, masyarakat NTB dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien. Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode musim kemarau.

Ahmadi menyebut setengah juta warga terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. Dari 10 kabupaten/kota di provinsi NTB, hanya Kota Mataram yang tidak dilanda bencana kekeringan.

Sementara itu, Sembilan kabupaten/kota lainnya seperti Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

“Sembilan kabupaten/kota sudah tanggap darurat kekeringan. Kalau masyarakat yang terdampak sekitar 500 ribu jiwa pada puncak musim kemarau ini,” kata Ahmadi.

Ahmadi mengatakan BPBD NTB banyak menerima permintaan droping air bersih dari masyarakat terdampak. Untuk itu, BPBD NTB mendistribusikan air bersih mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Dalam APBD Perubahan 2024, Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 juta untuk bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Anggaran sebesar itu hanya untuk bantuan sebanyak 1.000 mobil tangki air bersih.

Satu mobil tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih pada puncak musim kemarau ini. (ris)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO