PROVINSI NTB sebagai daerah yang memiliki banyak destinasi wisata unggulan sangat berharap program pengembangan pariwisata nasional di bawah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bisa memberikan atensi yang besar untuk NTB.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Malady mengatakan, ada banyak program pariwisata unggulan yang telah dilaksanakan oleh Menpar terdahulu, Sandiaga Uno. Sehingga dibawah Menpar yang baru, Dispar NTB berharap agar program promosi pariwisata ditingkatkan dan ditambah agar daerah ini semakin berkembang.
Ada beberapa program yang telah dilaksanakan oleh Sandiaga Uno, misalnya Kharisma Event Nusantara (KEN) di 38 provinsi. Di NTB sendiri ada tiga KEN yang diperoleh tahun ini yaitu Festival Rimpu Mantika di Kota Bima yang digelar 27 – 28 April 2024, Alunan Budaya Desa di Lombok Timur tanggal 12 – 20 Juli 2024 serta Festival Perang Topat di Lombok Barat tanggal 9 – 20 November 2024.
“Yang belum dilaksanakan nanti Perang Topat bulan November,” kata Jamaluddin kepada Suara NTB, Jumat, 25 Oktober 2024.
Ada juga program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa wisata yang memenuhi kriteria penilaian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pihaknya yakin Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana akan melanjutkan sejumlah program unggulan Menpar sebelumnya, terlebih Widiyanti dan Sandiaga sudah saling kenal cukup lama dan sering berdiskusi terkait dengan pengembangan pariwisata nasional.
“Tentu harapan kami akan ditingkatkan kembali apa yang menjadi kebutuhan pelaku-pelaku pariwisata kita di Indonesia,” ujarnya.
Saat ini kata Jamaluddin, NTB masih terkendala dengan konektivitas penerbangan dari beberapa daerah di Indonesia. NTB juga tetap berharap adanya penambahan konektivitas penerbangan rute internasional selain rute Kuala Lumpur dan Singapura.
“Kami berharap masuk rute Australia. Saat ini yang masuk ke Lombok hanya dua negara saja yaitu Malaysia dan Singapura. Harapan kami ada penerbangan baru dari Australia atau Timur Tengah supaya perputaran ekonomi Indonesia, khususnya NTB semakin bagus,” katanya.
Sementara itu, Menpar Widiyanti telah memberikan pemaparan terkait empat rencana utama yang akan menjadi fokus selama enam bulan ke depan. Rencana tersebut antara lain adalah menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi sektor pariwisata. Kemudian pengembangan konsep Tourism 5.0 melalui pemasaran digital dan dukungan AI.
Hal lainnya yaitu menyusun strategi besar untuk memanfaatkan Indonesia Quality Tourism Fund dalam rangka mendiversifikasi atraksi wisata dan menggelar acara internasional serta menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga global untuk mempercepat transfer pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata di Indonesia.
Widiyanti juga menyoroti pentingnya kerja sama yang erat antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif. “Saya mengajak Pak Menteri Teuku Riefky Harsya untuk terus bersinergi demi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang keduanya memiliki tujuan yang sama—meningkatkan potensi keindahan alam, seni, dan industri kreatif di Indonesia,” kata Widiyanti seperti dikutip dari keterangan resmi di kemenparekraf.go.id.
Sebagai pebisnis dan investor berpengalaman lebih dari 30 tahun, serta Ketua Yayasan Teladan Utama, Widiyanti optimis bahwa pondasi yang sudah dibangun akan membantu mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata dan menjadikannya sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(ris)



