BADAN Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB menekankan pentingnya program beasiswa untuk mahasiswa sebagai upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia atau IPM.
‘’Selama ini lulusan dominan SMP dan SMA, sehingga dengan meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi itu sudah berkontribusi terhadap indeks pembangunan manusia di NTB,’’ kata Kepala Brida NTB Lalu Suryadi di Mataram, Minggu, 27 Oktober 2024.
Selama lima tahun terakhir, jumlah mahasiswa NTB yang telah dibiayai kuliah oleh pemerintah daerah sebanyak 7.000 orang dan sebanyak 10 persen atau 700 orang dari total penerima program beasiswa itu berkuliah di luar negeri.
Suryadi menuturkan mahasiswa yang kini bersekolah di luar negeri hanya tersisa 120 orang lagi dan sudah memasuki semester akhir. Para penerima program beasiswa itu berkuliah di Polandia, Malaysia, China, hingga Rusia.
Sebanyak 120 orang mahasiswa itu butuh anggaran sekitar Rp2 miliar lagi. Anggaran itu sudah masuk ke APBD murni,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM NTB pada tahun 2019 hanya sebesar 68,14 poin. Angka harapan lama sekolah mencapai 13,48 tahun dan rata-rata lama sekolah sebesar 7,27 tahun.
Empat tahun kemudian pada 2023, indeks pembangunan manusia Provinsi Nusa Tenggara Barat mencapai 72,37 poin. Angka harapan lama sekolah mencapai 13,97 tahun dan rata-rata lama sekolah sebesar 7,74 tahun.
Lebih lanjut Suryadi mengatakan para mahasiswa penerima beasiswa yang kembali ke daerah asal membawa pola pikir lebih maju karena prioritas mereka tidak lagi ingin menjadi aparatur sipil negara, melainkan menjadi pengusaha.
“Dengan mereka menjadi pengusaha, mereka bisa mempekerjakan orang. Menjadi wirausahawan baru pasti ada yang dipekerjakan,” pungkasnya. (ant)



