Mataram (Suara NTB) – Yayasan Gemilang Center Indonesia (YGCI) menggelar bedah buku karya Robert T Kiyosaki berjudul “Rich Dad Poor Dad”. Bedah buku tersebut digelar di Kantor Gemilang Center, Kota Mataram pada Selasa (25/2/2025).
Buku Rich Dad Poor Dad merupakan karya Robert T Kiyosaki yang diterbitkan pada tahun 1997. Buku ini mengajarkan tentang pentingnya pendidikan finansial yang tidak diajarkan di sekolah.
Buku ini membandingkan dua figur ayah: “Rich Dad” (Ayah Kaya) yang mengajarkan cara mengelola uang dan berinvestasi, dan “Poor Dad” (Ayah Miskin) yang berfokus pada kerja keras untuk mendapatkan uang dan mencari pekerjaan yang stabil. Sederhannya, buku ini mengajarkan bahwa dengan pendidikan yang tepat tentang keuangan, kita bisa membuat uang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya.
Direktur YGCI, Farah Ghinan menjelaskan alasan YGCI memilih buku Rich Dad Poor Dad untuk dibedah. Menurutnya, anak-anak muda mesti melek terhadap literasi keuangan dan mampu mengelola keuangannya dengan baik.
“Kalau kami lihat, minim sekali literasi digital tentang literasi keuangan. Makanya kami pilih buku ini. Karena buku ini merupakan buku yang sangat bestseller,” ujarnya.
Selain itu, bedah buku dilaksanakan untuk menumbuhkan sikap kritis anak muda dalam menyerap informasi. “Karena kita menerima news, informasi semua itu kan lewat smartphone. Kita harus tau bahwa ini (informasi) benar atau tidak, hoaks apa tidak gitu. Itu tujuannya bedah buku ini,” jelasnya.
Farah juga menyampaikan, YGCI berencana melaksanakan kegiatan bedah buku tiga sampai empat kali dalam sebulan.
Dalam acara bedah buku itu, hadir Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., selaku dewan pembina YGCI, Jian Budiarto selaku pembedah, Iwang Tegar Setyawan sebagai pemandu, dan Irfan dari Bank NTB Syariah, serta para peserta lainnya yang berasal dari berbagai profesi.
Dalam sambutannya, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., atau yang akrab dipanggil Bang Zul ini memberi tanggapan tentang buku karya Robert T Kiyosaki. Ia menguraikan bahwa buku Rich Dad Poor Dad sebenarnya mengajak pembaca untuk mengubah pola pikir atau mindset tentang uang.
“Rich Dad Poor Dad ini sebetulnya kalau kita baca itu, menggugah semangat kita bahwa mempunyai mindset yang benar terhadap keuangan itu penting,” ujar Bang Zul yang merupakan Gubernur NTB periode 2018-2023 itu.
Sementara itu, Jian Budiarto selaku pembedah memaparkan hasil pembacaannya terhadap buku karya Robert T Kiyosaki ini. Menurutnya, kondisi finansial seseorang itu sangat terpengaruh terhadap dua hal, yakni bagaimana pendapatan dan pengeluarannya.
“Sehingga perlu kecerdasan finansial di sini. Kecerdasan finansial bagaimana dia bisa mengelola pendapatannya, mengelola keinginannya untuk tidak macam-macam,” jelasnya.
Terakhir, Jian juga menjelaskan bahwa kondisi finansial seseorang tidak bisa dinilai dari pendapatannya saja tanpa melihat bagaimana pengeluaran orang tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan ini berjalan lancar dan interaktif. Kegiatan bedah buku itu diakhiri dengan tanya jawab dan sharing session antara peserta dan pembicara. (sib)