spot_img
Senin, Februari 9, 2026
spot_img
BerandaHEADLINE97 Persen PKM di NTB Sudah Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

97 Persen PKM di NTB Sudah Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Mataram (Suara NTB) – Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) sudah mulai dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi NTB. Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebanyak 97 persen Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di daerah ini sudah melayani program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada 19 provinsi di Indonesia yang memiliki cakupan lebih dari 80 persen pelayanan PKG di PKM, termasuk NTB di dalamnya. Kemudian 12 provinsi dengan pelaksanaan PKG antara 50 – 80 persen serta tujuh provinsi dengan angka di bawah 50 persen.

Jumlah PKM di NTB sebanyak 177 unit PKM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, sebanyak 173 PKM atau 97,7 persen yang sudah melaksanakan PKG. Adapun jumlah pendaftar sebanyak lebih dari 6.690 orang.

“Ini akan jalan kalau ada instruksi kepala daerah. Kemudian kepala daerahnya sosialisasi ke OPD. Kemudian Dinkesnya memberikan kepada kepala desa, kades poyandu dan pustu untuk mendaftar,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan pemaparan di Rakor yang digelar secara hibrid, Senin, 17 Maret 2025.

Secara nasional jumlah sasaran program kesehatan gratis ini sebanyak 280 juta orang. Inilah program terbesar yang sedang dilaksanakan di bidang kesehatan.

Ia menerangkan, pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat yang berulang tahun dilaksanakan di Puskesmas dan Klinik. Program ini sudah dimulai pada bulan Februari lalu. Sementara pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran anak sekolah digelar di lingkungan sekolah masing-masing di momentum tahun ajaran baru bulan Juli 2025.

Untuk pemeriksaan kesehatan gratis khusus dengan sasaran ibu hamil dan balita digelar di Puskesmas dan Posyandu.

Adapun jenis pemeriksaan untuk masing-masing sasaran berbeda-beda. Misalnya anak baru lahir akan mendapatkan enam jenis pemeriksaan. Balita dan anak pra sekolah sebanyak delapan jenis pemeriksaan, serta dewasa dan lansia meliputi 20 jenis pemeriksaan.

“Misalnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, risiko stroke/jantung, fungsi ginjal, tuberkolusis, gigi, status gizi dan lainnya,” katanya.

Untuk pemeriksaan kesehatan dengan sasaran siswa SD, SMP dan SMA juga memiliki jenis pemeriksaan yang hampir beragam. Namun semakin tinggi jenjang sekolah, semakin banyak item pemeriksaan kesehatannya. Dan yang terbaru dari program ini adalah pemeriksaan kesehatan jiwa yang menyasar seluruh siswa.

“Yang baru adalah ada skrining kesehatan jiwa, mulai dari SD ke atas. Karena memang masalah kesehatan jiwa tinggi sekali dan sangat populer sekarang. Ada juga skrining kanker untuk dewasa dan lansia,” katanya.(ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO