spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURGara-gara Uang Rp 2.000, Seorang Pemuda di Gerung Permai Diduga Dianiaya Tetangga

Gara-gara Uang Rp 2.000, Seorang Pemuda di Gerung Permai Diduga Dianiaya Tetangga

Selong (Suara NTB) – Disinyalir gara-gara uang Rp 2.000, seorang pemuda di Desa Gerung Permai Kecamatan Suralaga dianiaya tetangganya. Korban bernama Suepuddin Suryano (36) terkena tusukan di bagian lehernya oleh terlapor bernama Muhamad Rojo Hidayat (28).

Kepala Seksi Humas Polres Lotim, AKP Nikolas Osman menjelaskan dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 Wita.

Akibat tusukan tersebut, korban mengalami luka  di leher belakang akibat serangan dari belakang secara tiba-tiba dilakukan oleh Muhammad Roji Hidayat (28), seorang pelajar/mahasiswa yang juga berasal dari desa setempat.

Menurut keterangan yang diperoleh, kejadian bermula ketika anak korban, Muhammad Algiza Maulani (10), melapor kepada Suepuddin bahwa uangnya sebesar Rp 2.000 diduga diambil oleh adik terlapor yang bernama Opang. Korban kemudian mencari Opang dan bertemu dengannya di depan Masjid Jami’ Nurul Ihsan Gerung Timur.

Saat menanyakan perbuatan Opang, korban tidak mendapatkan pengakuan dari anak tersebut. Korban pun memutuskan untuk pulang, namun sebelumnya berhenti sejenak di berugak depan rumah H. Rosidi di pinggir jalan umum Dusun Gerung Timur.

Tidak lama kemudian, terlapor, Muhammad Roji Hidayat datang bersama adiknya Opang dan ibunya. Ibu terlapor marah-marah kepada korban karena Opang melaporkan bahwa dirinya ditampar oleh Suepuddin. Korban sendiri membantah telah menampar Opang dan menjelaskan bahwa dirinya hanya menanyakan soal uang yang diduga diambil. Namun, tiba-tiba dari arah belakang, terlapor menusuk korban dengan pisau sebanyak satu kali hingga mengenai leher belakang korban. Korban yang kaget dan kesakitan sempat menangkis serangan kedua dari terlapor sebelum akhirnya berlari ke halaman rumah H. Rosidi. Di sana, korban mengambil parang untuk melawan, namun terlapor telah pergi dari lokasi.

Saksi mata, Ihwanul Hakim (32), yang mendengar keributan kemudian keluar rumah dan menemukan korban dalam keadaan terluka. Korban segera dibawa ke Puskesmas Kerongkong untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka tusuk di leher belakang dan mendapatkan lima jahitan.

Nikolas Osman menegaskan, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat untuk mengamankan pelaku. Korban yang masih dalam kondisi sadar telah melapor ke Polsek Suralaga.

Namun, upaya pencarian pelaku ke rumahnya tidak membuahkan hasil karena pelaku tidak berada di tempat dan keluarganya juga tidak mengetahui keberadaannya. Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses pencarian.

Kepolisian menghimbau kepada keluarga korban dan masyarakat setempat untuk tidak melakukan upaya balas dendam dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada pihak berwajib. “Kami mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku atau memiliki keterangan lain yang dapat membantu penyelesaian kasus ini. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO