Mataram (Suara NTB) – Taman Wisata Loang Baloq merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Mataram. Namun demikian, tumpukan sampah masih menjadi masalah serius bagi destinasi wisata tersebut.
Taman Wisata Loang Baloq menjadi salah satu tujuan destinasi wisata bagi masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya, selama libur lebaran ini. Hal ini terbukti dari, dua hari setelah lebaran Pantai Loang Baloq mulai ramai kembali dikunjungi masyarakat Kota Mataram.
Akan tetapi, pantauan Suara NTB masih banyak sampah yang berserakan dan menumpuk di beberapa titik, di pinggir pantai, pinggir kolam, hingga di jalan-jalan sekitar kolam. Kondisi tersebut tentu sangat mengganggu bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai, malah disajikan pemandangan yang kurang sedap dipandang.
Salah satu pengunjung asal Kota Mataram, Rosida, menuturkan rasa kurang nyaman dirinya atas sampah yang berserakan, sehingga taman dan sekitarnya terlihat kotor dan kumuh.
“Jujur tidak enak dilihat, padahal sebenarnya sudah bagus tamannya, tapi karena sampahnya sepanjang bibir pantai dan di pinggir-pinggirnya jadi tidak bagus dipandang. Kayaknya itu selain sampah kiriman, tapi sampah dari pengunjung juga. Harapannya mungkin dari pihak pengurus pantainya bisa di atasi, biar pengunjung juga nyaman,” tuturnya kepada Suara NTB, pada Rabu, 2 April 2025.
Sama halnya, salah seorang pengunjung, Nanda, menuturkan bahwa, sangat disayangkan jika keindahan Pantai Loang Baloq harus berkurang hanya karena masalah pengelolaan sampah yang belum optimal.
“Saya lumayan sering berkunjung, karena memang pantai yang terdekat dari rumah. Masalah sampahnya saya lihat-lihat memang masih belum teratasi dengan optimal. Ya mungkin, ke depannya pemerintah bisa lebih diperhatikan lagi dan ditingkatkan lagi pengelolaan sampahnya,” jelasnya.
Di sisi lain, salah satu pengunjung, Rus, tampak berbaik hati mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di pinggir pantai menjadi beberapa tumpukan. Ia mengaku, melakukan hal tersebut agar para pengunjung lain bisa jalan dengan leluasa.
“Saya cuman warga biasa, pengunjung juga. Iseng saja, kasihan pengunjung lain, jalannya terhalangi, biar bisa ada jalan,” ucapnya.
Ia berharap, kepada para pengunjung maupun para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan untuk tidak buang sampah sembarangan. Karena menurutnya sampah yang berserakan adalah sampah dari para pengunjung dan PKL juga, selain kiriman dari sungai yang bermuara di Pantai Loang Baloq.(hir)