Jumat, Maret 13, 2026

BerandaPENDIDIKANBalai Bahasa NTB Inventarisasi Kosakata Bahasa Sasak di Loteng

Balai Bahasa NTB Inventarisasi Kosakata Bahasa Sasak di Loteng

Mataram (Suara NTB) — Balai Bahasa Provinsi NTB kembali melakukan inventarisasi kosakata bahasa Sasak pada 9–12 Mei 2025. Kali ini, lokasi yang menjadi sasaran ada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), tepatnya di Desa Tanak Awu, Pengembur, Rembitan, Teruwai, Sengkol, dan Kawo.

Ketua Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kamus dan Istlah Balai Bahasa NTB, Rizki Gayatri menyampaikan, narasumber pada hari pertama yang ditemui adalah Lalu Muhammad Syamsur Arifin atau yang biasa disapa Lamuh Syamsuar. Ia merupakan seorang sastrawan dan tokoh dari Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi).

Dari dirinya, tim inventarisasi mendapatkan berbagai macam kosakata, seperti kosakata yang berhubungan dengan pertanian dan peralatan tradisional. Selanjutnya, tim berkunjung ke narasumber kedua, Abi, Pembayun Desa Tanak Awu, untuk berdiskusi tentang kosakata yang berhubungan keris dan pembuatannya.

Narasumber pada hari kedua yang ditemui adalah Lalu Suryadin, seorang pemangku adat Desa Rembitan. Dari dirinya, tim mendapatkan berbagai macam kosakata yang berhubungan dengan tradisi perkawinan dan hukum adat. Kosakata yang didapatkan ternyata masih sering digunakan hingga kini.

Hal tersebut berarti tradisinya masih tetap lestari atau masih dipraktikkan sebagaimana zaman dahulu.
Pada hari kedua, tim juga mengunjungi Pasar Kuta saat masih pagi hari. Hal tersebut dilakukan guna mencari kosakata yang biasa digunakan oleh para pedagang dan pembeli serta kosakata yang berhubungan dengan barang-barang yang dijual.

“Tujuan kegiatan inventarisasi ini ada dua. Tujuan pertama adalah mendokumentasikan kosakata untuk digunakan sebagai entri Kamus Bahasa Sasak-Indonesia. Tujuan kedua adalah mencari dan menyeleksi kosakata yang akan diserap sebagai bahan pemerkayaan kosakata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),” ujar Rizki Gayatri.

Rencananya, pada hari ketiga tim akan menemui narasumber ketiga, yaitu, Mujahiddunnafis, seorang budayawan dari Kecamatan Pujut. (ron)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO