spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIBulog NTB Catat Rekor Pengadaan Beras Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

Bulog NTB Catat Rekor Pengadaan Beras Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir

 

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat rekor pengadaan beras tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hingga pertengahan Mei 2025, realisasi pengadaan gabah setara beras telah mencapai 131.000 ton.

 

Wakil Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Musazdin Said, mengungkapkan bahwa volume tersebut melampaui capaian tahunan dalam lima tahun terakhir, yang rata-rata berkisar antara 77.000 hingga 100.000 ton. “Ini pencapaian fenomenal. Dalam waktu hanya 4,5 bulan, kita sudah menyerap sekitar 75% dari target 174.300 ton untuk tahun ini,” ujarnya, Jumat, 16 Mei 2025.

 

Capaian tersebut juga mencerminkan lonjakan signifikan, yaitu lebih dari 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Musazdin optimistis target tahunan akan tercapai, bahkan berpotensi terlampaui, seiring sisa waktu pengadaan di bulan Mei.

 

Menurutnya, keberhasilan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk melimpahnya produksi pertanian berkat program Kementerian Pertanian, sinergi dengan Dinas Pertanian, serta dukungan TNI melalui Babinsa yang aktif memberi informasi panen. “Peran Satgas di lapangan yang aktif menjemput gabah serta mitra pengadaan pangan (MPP) di seluruh kabupaten/kota juga sangat menentukan,” tambahnya.

 

Lombok Tengah menjadi daerah penyumbang terbesar, yakni hampir 70% dari total pengadaan, diikuti Lombok Barat dan Kota Mataram.

 

Bulog NTB saat ini menguasai stok sekitar 77.000 ton beras. Dengan kebutuhan penyaluran rata-rata 9.000 ton per bulan untuk berbagai program, seperti bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), stok ini dinilai cukup untuk 7–8 bulan ke depan.

 

Meski demikian, Musazdin mengakui adanya tantangan berupa keterbatasan ruang penyimpanan di gudang. Pihaknya tengah menjajaki kerja sama pemanfaatan gudang idle dengan instansi terkait dan TNI.

 

Sebagian gabah yang diserap masih dalam proses penggilingan oleh mitra Bulog melalui mekanisme maklon. Bulog juga tetap berkomitmen menjaga harga beli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram. Pengawasan dilakukan oleh Satgas TJG dan TNI. Jika ditemukan pelanggaran, Bulog akan langsung melakukan pembelian.

 

Selain mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk program nasional, Bulog NTB juga menampung Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dapat dimobilisasi saat terjadi bencana atau kondisi darurat.

 

Tak hanya untuk kebutuhan lokal, NTB juga berkontribusi menyuplai stok ke wilayah defisit beras atas permintaan kantor pusat sebagai bagian dari target nasional pengadaan 3 juta ton.

 

Dengan pencapaian ini, Bulog NTB menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, serta mendukung ketahanan pangan nasional. (bul)

 

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO