spot_img
Minggu, Februari 1, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMRapor Merah, ’’Tekanan’’ Agar OPD Bekerja Lebih Optimal

Rapor Merah, ’’Tekanan’’ Agar OPD Bekerja Lebih Optimal

Mataram (Suara NTB)  – Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Munawir, SP., MM.,  menyikapi serius rapor merah dalam penilaian realisasi anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski di tengah tahun beberapa program dinilai belum optimal, dia menegaskan bahwa hal tersebut lebih sebagai peringatan awal, bukan penilaian akhir.

Hal ini disampaikan Munawir menjawab Suara NTB di ruang kerjanya, kemarin. Menurut dia, perencanaan yang telah disusun dengan matang sering kali tidak berjalan sesuai harapan karena berbagai kendala teknis dan administratif. “Setiap kita merencanakan, maka jangan takut melakukan realisasi. Karena bencana hadir ketika kita bekerja tidak sesuai rencana,” tegasnya.

Politisi PPP ini menjelaskan bahwa ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kerap terjadi karena beberapa faktor, antara lain intervensi regulasi pusat yang ketat sehingga OPD harus melakukan penyesuaian. Selain itu, kondisi psikologis pegawai juga mempengaruhi, terutama dalam situasi saat ini yang diwarnai semangat untuk melakukan ‘bersih-bersih’ birokrasi.

“Ada kekhawatiran dari OPD untuk merealisasikan anggaran, mungkin karena takut salah langkah. Tapi selama kita berada di atas kebenaran, kenapa harus takut?,” demikian Munawir.

Ia menambahkan, rapor merah yang dikeluarkan pemerintah daerah lebih sebagai bentuk tekanan agar OPD bekerja lebih optimal. Munawir optimis bahwa seiring berjalannya waktu, terutama setelah perubahan anggaran (APBD-P), banyak program yang saat ini belum direalisasikan akan mulai dilaksanakan dan angka realisasi anggaran akan meningkat tajam.

“Kita tahu banyak pokok-pokok pikiran (pokir) dewan yang belum terlaksana, apalagi dengan adanya anggota dewan baru yang belum seluruhnya terakomodir. Saat ini komunikasi sedang dibangun agar hak-hak mereka juga bisa direalisasikan,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi ini, pihaknya meminta agar publik tidak terlalu cepat menilai kinerja OPD hanya dari indikator semester pertama. Ia meyakini bahwa pada akhir periode anggaran nanti, penilaian yang lebih adil bisa dilakukan.

“Kalau sekarang merah, bisa jadi hanya peringatan awal. Nanti di akhir tahun, kita lihat realisasi akhirnya. Bisa saja merah itu berubah jadi hijau,” pungkasnya. Seperti diketahui, 11 OPD lingkup Pemkot Mataram masuk zona merah realisasi fisik dan keuangan. (fit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO