Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak 72 Kepala Desa (Kades) dan Lurah berkumpul di gedung Graha Fitrah, Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis, 12 Juni 2025.
Kehadiran seluruh Kades dan Lurah se-KSB itu dalam rangka memenuhi undangan khusus Bupati, H Amar Nurmansyah. Dimana pada rapat bertajuk koordinasi ini, bupati secara khusus memberi arahan langsung kepada seluruh Kades dan Lurah mengenai Program Kartu KSB Maju.
Rapat itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Hj Hanipah dan seluruh kepala OPD khususnya pengampu Program Kartu KSB Maju. Dan rapat itu dipimpin oleh kepala Bappeda, Suhadi.
Dihadapan para Kades dan Lurah, Bupati dalam pengantarnya menyampaikan progres Kartu KSB Maju pasca diluncurkan tanggal 20 Mei lalu. Menurut dia meski belum sepenuhnya masyarakat menerima kartu sebagai alat untuk memakses berbagai program Kartu KSB Maju, namun di lapangan manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat.
“Saat ini masih 50 persen rekeningnya yang sudah dicetak oleh Bank NTB Syariah. Tetapi meskipun begitu, Program Kartu Sumbawa Barat Maju Pendidikan dan Maju Kesehatan sudah mulai di akses dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” klaim Bupati.
Dengan mulai berjalannya beberapa kegiatan para Program Kartu KSB Maju itu, Bupati meminta kepada seluruh Kades dan Lurah mengawalnya secara aktif dilapangan. Bersinergi dengan berbagai elemen penyelenggara program dan terpenting memberikan informasi secara terang benderang kepada masyarakat mengani Program Kartu KSB Maju tersebut. “(Kades dan Lurah) jangan pasif. Berikan pemahaman kepada masyarakat terkait program Kartu KSB Maju ini kepada masyarakat,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu bupati juga menjabarkan Program Kartu KSB Maju kaitannya dengan para Agen Gotong Royong (AGR). Bupati menyebut agen penggerak Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) itu memiliki tugas untuk membuat profil sasaran tiap program kegiatan Kartu KSB Maju. Ini dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran tiap program di tingkat lapangan. “Sederhana sekali tugas AGR nantinya yaitu melakukan pengecekan dan pendataan lapangan, untuk mengetahui kondisi rencana sasaran, apakah mereka ada rumahnya atau tidak misal untuk Program Maju Perumahan. Kalau ada bagaimana statusnya, ada usahanya nggak, ada usaha lahan pertanian nggak, dan seterusnya,” urai Bupati seraya menambahkan sinergi AGR dengan para Kades dan Lurah juga harus terbangun dengan baik.
“Dengan AGR juga Kades dan Lurah jangan jalan sendiri-sendiri mengawal Program Kartu KSB Maju ini,” tandas Bupati. (bug)



