Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, resmi mengangkat 215 CPNS sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 140 tenaga tekhnis dan 75 tenaga kesehatan.
“Ini bukan puncak, melainkan titik awal. SK ini bukan hadiah, tapi amanah untuk melayani masyarakat. Selalu jaga sikap rendah hati, semangat belajar, dan kerja melampaui ekspektasi demi Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Senin, 16 Juni 2025.
Bupati turut mengingatkan arah pembangunan Sumbawa ke depan yang telah disusun dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan penyusunan RKPD 2026. Dimana Pemkab menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 12,87 persen menjadi di bawah 8 persen, peningkatan IPM dari 71 menjadi 77, serta penguatan potensi desa melalui produk unggulan yang nyata manfaatnya.
“Target tersebut harus menjadi pelecut semangat bagi ASN yang baru dilantik untuk membangun Sumbawa yang lebih baik di masa yang akan datang,” ucapnya.
Haji Jarot turut menyebutkan bahwa Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan sejumlah program prioritas daerah. Beasiswa kedokteran, pembangunan rumah sakit, revitalisasi pasar, hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta pengembangan wisata berbasis komunitas.
“Semua program ini membutuhkan ASN yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga siap turun ke lapangan, memahami masyarakat, dan hadir sebagai solusi nyata,” tambahnya.
Haji Jarot turut mengingatkan agar para ASN menanamkan tiga prinsip utama yakni bekerja untuk memberi manfaat, menghargai waktu dan kepercayaan publik, serta menjaga integritas dan profesionalisme. Ia juga mengingatkan bahwa masa ASN adalah masa pembentukan karakter, bukan waktu untuk sibuk dengan kegiatan di luar tugas negara.
“Bekerja di pemerintahan adalah pilihan hidup yang besar. Jika Anda ramah, rakyat merasa negara ini peduli. Tapi jika Anda lamban dan kasar, kepercayaan masyarakat pada birokrasi bisa hilang,” tutupnya.
Plt. Kepala BKPSDM, Budi Santoso, melaporkan dari 3.963 pelamar, sebanyak 3.609 lulus administrasi dan mengikuti seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Hasil akhir menunjukkan 215 formasi terisi, sementara 60 formasi tidak terisi karena tidak ada pelamar atau tidak memenuhi ambang batas nilai.
“Jadi, formasi yang terisi mencakup jabatan strategis seperti dokter umum, dokter gigi, perawat, pranata komputer, arsiparis, pengelola data, dan petugas Satpol PP,” singkatnya. (ils)



