Mataram (Suara NTB) – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) membuktikan komitmennya dalam membangun karakter generasi wirausaha atau entrepreneur muda yang kreatif, mandiri, dan inovatif. Termasuk memberikan motivasi kepada mahasiswa yang merupakan generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri. Upaya itu dilakukan dengan menghadirkan seorang pemengaruh atau influencer, Rian Fahardhi dalam acara diskusi interaktif atau Interactive Talkshow pada puncak acara Mahasiswa Ummat Expo #2 di halaman Kampus Ummat, Kamis (19/6/2025) sore.

Interactive Talkshow ini mengusung tema “Peran Gen Z Menghadapi Tantangan Global”. Acara ini sekaligus menutup rangkaian Mahasiswa Ummat Expo #2 yang telah dimulai sejak Selasa (17/6/2025). Ratusan mahasiswa Ummat menyambut antusias kehadiran Rian Fahardhi. Rian Fahardhi merupakan seorang kreator konten, serta pendiri Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air. Rian juga dikenal sebagai “Presiden Gen Z”. Ia memiliki lebih dari 1,8 juta pengikut di TikTok.
Rian Fahardhi dalam kesempatan tersebut mengatakan, generasi muda hari ini berada di puncak narasi. Satu suara anak muda bisa membawa suara-suara lain. Ia mengajak para mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Secara demografi kita paling banyak, kita akan mendominasi. Kita lebih banyak secara angka dan kuantitas. Apakah kita menentukan secara kualitas? Apa yang bikin kita jadi beda? Kita jadi kreator, pembeda, jadi tuan bagi diri kita. Cukup hari ini kita jadi diam dan jadi pengikut. Apapun yang kalian punya, suarakan dengan bangga,” ajak Rian.
Rian juga berpesan, mahasiswa dan generasi muda memiliki peran di dunia global. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menemukan medium dalam berkreasi dan berekspresi. “Orang selalu penasaran dengan Indonesia. Ini panggung untuk kita muncul, menyampaikan kekayaan kita ke orang luar,” ujarnya.
Puncak acara Mahasiswa Ummat Expo #2 juga diisi dengan pembagian doorprize dan pengumuman stan terbaik. Rian Fahardhi juga turut serta mengundi dan menyerahkan hadiah.
Kegiatan ini diikuti oleh 62 stan pameran, mulai dari organisasi mahasiswa tingkat program studi, fakultas, universitas, hingga organisasi otonom Muhammadiyah. Expo ini juga turut diramaikan oleh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal, sehingga suasana semakin meriah dan semarak. Expo ini mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Ekosistem Entrepreneurship Mahasiswa yang Kreatif, Mandiri, Berdampak, dan Berkelanjutan”. Expo ini jadi wadah bagi mahasiswa dalam memamerkan karya, menjalin jejaring bisnis, hingga mengasah mental wirausaha sejak di bangku kuliah.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menjumpai beragam produk menarik: mulai dari makanan olahan kreatif, karya teknologi terapan mahasiswa Fakultas Teknik (Fatek), inovasi pertanian dari Fakultas Pertanian (Faperta), produk kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), hingga media pembelajaran kreatif dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Ketua Panitia, Drs. Amil, MM., dalam sambutan penutupan acara menyampaikan terima kasih kepada pihak yang mendukung kesuksesan acara ini. “Antusiasme mahasiswa luar biasa. Expo ini menjadi wadah untuk menampilkan produk, kreativitas, maupun inovasi yang dikembangkan selama kuliah. Harapan kami, expo ini tidak hanya berhenti di ajang pameran, tetapi dapat memotivasi mahasiswa berani berwirausaha mandiri di masa depan,” ujar Amil.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para sponsor yang mendukung suksesnya acara ini, di antaranya Bank Indonesia sebagai platinum sponsor dengan kontribusi Rp25.000.000, serta Bank NTB Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, BTN Syariah, PELINDO, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, dan QRIS.
Wakil Rektor II Ummat, Ir. Asmawati, MP., mewakili Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan ucapan syukur karena Mahasiswa Ummat Expo #2 berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah kita bisa menuntaskan rangkaian acara ini untuk mendorong mahasiswa menjadi wirausaha. Lebih suksesnya lagi kita bisa menghadirkan ‘Presiden Gen Z’,” ujarnya.
Asmawati juga mengutip pernyataan Rian Fahardhi, bahwa jika mahasiswa ingin sukses, harus bisa belajar. “Harus bisa menyampaikan sesuatu, dengan cara berbicara atau dengan cara menulis, dan bersosialisasi. Karena percuma pintar kalau tidak bisa menyampaikan pengetahuan an bersosialisasi. Bahwa tidak berpengaruh kekayaan, pangkat, dan jabatan kalau tidak bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam diri kalian. Selalu belajar, jangan patah semangat dan putus asa,” ajak Asmawati. (ron)


