Praya (Suara NTB) – Sebanyak 1.607 tenaga honor lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Selasa, 24 Juni 2025. Penyerahan SK dilakukan langsung Bupati Loteng H.Lalu Pathul Bahri,S.IP.M.AP., bersama Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., bertempat di halaman kantor Bupati Loteng. Pengangkatan tenaga PPPK kali ini menjadi yang terbanyak di Loteng sejak tahun 2019 silam.
Loteng pun kini tercatat sebagai salah satu daerah di NTB yang paling banyak mengangkat tenaga honor sebagai tenaga PPPK sejauh ini. Di mana terhitung sejak tahun 2019 lalu, total tenaga honor yang diangkat menjadi tenaga PPPK mencapai 5.213 orang. Dan, tahun ini merupakan pengangkatan terbanyak dengan total 1.607 formasi.
Di mana sebelumnya di tahun 2021 lalu Loteng juga pernah mengangkat lebih dari 1.400 tenaga PPPK. Baik itu formasi tenaga kesehatan, tenaga pendidik serta tenaga teknis. “Daerah lain baru memulai (pengangkatan tenang PPPK). Kita sudah mengangkat sampai 5 ribu lebih tenaga PPPK,” sebut Bupati Loteng H.Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., seraya menambahkan, tenaga PPPK yang diangkat tahun ini merupakan tenaga PPPK formasi tahun 2024.
Semua pencapaian ini lanjutnya merupakan buah kerja seluruh pihak. Tidak hanya hasil kerja Bupati dan Wabup Loteng saja. Tetapi juga hasil kerja Sekda Loteng dan kepala OPD lainya. Termasuk juga para tenaga PPPK dan keluarga. Dan, proses untuk sampai ketahap ini panjang dan tidak mudah.
Untuk itu, Pathul mengingatkan kepada para tenaga PPPK yang baru diangkat agar selalu bersyukur telah diangkat sebagai tenaga PPPK. Salah satu caranya yakni dengan memberikan kinerja terbaik bagi institusi dan masyarakat. Bekerja dan jalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
Berikanlah pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat yang dilayani. Guru, didiklah siswa dengan sebaik mungkin. Sehingga kualitas SDM masyarakat daerah ini bisa meningkat. “Tidak kalah penting, jaga profesionalitas dan intergritas sebagai jati diri seorang pegawai atau abdi negara,” terangnya.
Sebagai abdi Negara, para tenaga PPPK ini hendaknya juga bisa menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sekitar. Teruslah belajar dan saling berbagi ilmu dengan masyarakat dan keluarga. Sehingga kehadiran tenaga PPPK ditengah masyarakat bisa menghadirkan dan memberikan perubahan bagi masyarakat. (kir)



