Sabtu, April 4, 2026

BerandaHEADLINEBMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat yang Sebabkan Banjir di Mataram, Ada Kondisi...

BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat yang Sebabkan Banjir di Mataram, Ada Kondisi Anomali

Mataram (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengungkapkan penyebab banjir yang melanda Kota Mataram, pada Minggu, 6 Juli 2025.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi yang dihubungi Suara NTB mengatakan, kondisi cuaca dan musim di wilayah Provinsi NTB secara umum memang masih kemarau. Hal itu terlihat dari sebaran peta hari tanpa hujan (HTH) di beberapa titik pos pengamatan, rata-rata hampir 30 hari tidak ada hujan. Hanya saja ada beberapa titik yang memang masih terjadi hujan. Salah satunya adalah Mataram dan juga di sekitar Lombok Tengah.

“Nah, untuk kejadian banjir di tanggal 6 Juli 2025 kemarin, kita sudah prediksikan untuk kondisi dinamika atmosfernya. Khususnya di wilayah Indonesia bagian Selatan meliputi Jawa, Bali, NTB, dan NTT masih berpotensi hujan,” ujarnya, Senin, 7Juli 2025.

Adanya hujan yang terjadi di wilayah Indonesia bagian Selatan tersebut diakibatkan masih tingginya labilitas udara di lapisan atas yang menyebabkan uap air masih banyak terjadi di sekitar wilayah tersebut.

“Dan akhirnya menyebabkan awan-awan konvektif ataupun awan-awan hujan di sekitar wilayah perairan selatan dalam hal ini mungkin di wilayah pulau Lombok dan juga Pulau Sumbawa,” jelas Topan.

Selain itu, suhu muka laut juga terbilang masih hangat, sehingga anomali kenaikan air laut berkisar satu setengah derajat. “Hal ini mungkin menyebabkan beberapa hari belakangan masih ada hujan khususnya wilayah Pulau Lombok. Dan memang puncaknya kemarin. Pada saat terjadi hujan itu kalau kita lihat beberapa lebih dominan di Pulau Lombok saja. Dan kita bisa lihat bahwa untuk kejadian hujannya intensitas sedang sampai dengan lebat,” imbuhnya.

BMKG juga kata dia, telah memberikan peringatan dini atau warning untuk cuaca tiga harian yakni pada tanggal 5, 6, dan 7 Juli 2025. Sementara untuk ke depan, BMKG Stasiun Meteorologi ZAM memprediksikan untuk curah hujan ke depan masih ada. Hanya saja intensitasnya sudah turun. Sehingga potensi untuk terulangnya kejadian banjir seperti kemarin sangat kecil.

“Tetapi potensi di wilayah lain masih ada. Nah ini mungkin perlu waspada juga untuk masyarakat khususnya di Pulau Lombok dan juga di Pulau Sumbawa,” terangnya.

Intensitas hujan sedang hingga lebat kemarin yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Mataram kemarin memang sebuah anomali. Sebab saat ini termasuk musim kemarau, tetapi hujan masih ada. “Karena memang kalau kita lihat sifat utama untuk dinamika atmosfer ini dia bergeraknya secara dinamis ya. selalu berubah-ubah sehingga memang ini kita selalu melakukan pantauan dalam artian ada sedikit perubahan. Ada saja. Jadi bukan hanya Pulau Lombok tapi juga merata hampir di Jawa, Bali, dan juga NTT,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO