Bencana banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu, 6 Juli 2025, menyisakan dampak besar bagi masyarakat, terutama di Kelurahan Selagalas. Di Lingkungan Kebun Duren, salah satu wilayah terdampak cukup parah, sejumlah pemuda yang tergabung dalam kelompok relawan “Bajang Selagalas” bergerak cepat, bukan hanya membagikan bantuan logistik, namun juga memperbaiki peralatan memasak warga, khususnya kompor gas yang rusak akibat lumpur dan rendaman banjir.
INISIATIF unik ini digagas oleh para pemuda lokal, dipimpin oleh Amir, salah satu relawan yang sejak awal ikut turun membantu. Amir menjelaskan ide memperbaiki kompor ini bukan kali pertama dilakukan oleh kelompoknya.
“Kegiatan ini bukan pertama kali kami laksanakan. Saat banjir di wilayah Lombok Barat, kami juga turun dengan membawa bantuan mie instan dan sembako. Tapi waktu itu ada warga bilang, ‘nggak ada alat masak, kompor rusak kena banjir’. Dari situ kami sadar, bantuan makanan tidak cukup kalau alat memasaknya tidak bisa digunakan. Kebetulan kami punya keahlian memperbaiki kompor, jadi kami jalankan inisiatif ini,” terangnya, Jumat, 11 Juli 2025.
Kegiatan dimulai dengan menyortir dan membersihkan kompor-kompor warga yang terkena lumpur. Peralatan diperiksa satu per satu, dibongkar, dibersihkan, diperbaiki, lalu dikembalikan ke pemiliknya dalam kondisi siap pakai. Fokus utama mereka adalah alat masak karena menjadi kebutuhan dasar saat bencana.
“Ini tadi kompor yang terkena lumpur, dibersihkan dulu baru dikembalikan. Kita fokus pada peralatan masak, kebutuhan rumah tangga, bersih-bersih – itu yang kita prioritaskan,” imbuh Amir.
Tak hanya memperbaiki kompor, para pemuda Bajang Selagalas juga membantu warga membersihkan rumah-rumah yang masih kotor dan berlumpur akibat banjir. Semangat gotong royong tampak jelas saat para relawan menyatu bersama warga, membawa alat kebersihan dan bekerja hingga larut.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Service Kompor The Sisok, Lombok Charity, dan Berkah Dagang Nusantara. Bantuan diberikan dalam bentuk dana maupun suku cadang (spare part) untuk keperluan servis kompor gas.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujarnya.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan apresiasi atas aksi sosial tersebut. Saat meninjau korban banjir di Selagalas, Gubernur menyebut inisiatif para pemuda Selagalas patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata dari warga untuk sesama. Ini harus kita dukung dan tiru. Pemerintah provinsi juga memberikan bantuan dana meskipun tidak besar, untuk mendukung pembelian spare part kompor yang rusak,” ujar Gubernur Iqbal.
Di tengah keterbatasan dan suasana duka pasca banjir, semangat kolaborasi warga dan relawan seperti Bajang Selagalas menjadi pelita harapan. Mereka tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari korban bencana. Sebuah langkah kecil yang membawa arti besar bagi banyak orang. (ham)



