Praya (Suara NTB) – Pengosongan lahan kawasan Pantai Tanjung A’an Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) Rabu (hari ini ,red) akan dimulai, hingga tiga hari ke depan. Selama proses pengosongan lahan, total 700 personel keamanan bakal dilibatkan untuk memastikan seluruh proses pengosongan lahan berjalan aman dan lancar.
Dalam rapat persiapan pengosongan lahan yang berlangsung di Mapolres Loteng, Senin, 14 Juli 2025, kawasan Pantai Tanjung A’an yang akan dikosong dibagi dalam tiga zona. Zona timur, tengah serta barat. “Untuk hari pertama, pengosongan akan dimulai dari zona tengah. Di barat pantai Batu Kotak,” terang Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, SIK., dalam keterangannya pada awak media.
Setelah dari zona tengah baru kemudian bergeser di zona barat di sebelah timur Bukit Mereseq pada hari kedua. Baru kemudian di hari ketiga, lanjut ke zona timur di area timur pantai Batu Kotak. Pihaknya pun berharap proses pengosongan lahan bisa berjalan lancar, sehingga bisa tuntas sesuai target yang ada.
Ia pun menegaskan bahwa kegiatan yang akan dilakukan tersebut ialah pengosongan lahan, bukan eksekusi lahan, karena status lahan tersebut merupakan lahan milik negara yang dikelola oleh Injourney Tourism Development Corporation (ITDC).
Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada warga atau pedagang yang memiliki warung maupun lapak di lahan yang akan dikosongkan agar membongkar secara mandiri warung atau lapaknya dan tidak sampai nanti malah dibongkar paksa.
Terlebih warga sudah jauh-jauh hari diberikan peringatan untuk mengosongkan lahan di kawasan tersebut, baik peringatan secara lisan sampai peringatan tertulis sebanyak sampai tiga kali. ‘’Jadi kalau tetap ngotot bertahan, tidak ada pilihan lain selain dibongkar paksa,’’ tegasnya.
Tidak hanya itu, AKBP Eko juga mengingatkan kepada warga untuk bersipat kooperatif. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa mengarah ke tindakan hukum. “Tidak kalah penting masyarakat jangan mau terpancing atau terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Disinggung personel yang dilibatkan, AKBP Eko mengatakan itu merupakan personel gabungan. Dari Polres Loteng, Kodim 1620/Loteng, Sat Pol PP Loteng serta anggota BKD setempat. Ditambah personel dari ITDC serta mitra ITDC dengan total keseluruhan sebanyak 700 orang.
Hanya saja, ujarnya keterlibatan personel tersebut lebih pada pengamanan saja, karena yang akan melakukan pengosongan ialah pihak ITDC dengan mitranya. “Kita hanya melakukan pengamanan. Untuk memastikan semua berjalan aman dan tidak ada gangguan atau potensi tindakan melanggar hukum di lapangan nantinya,” tandasnya seraya menambahkan, pengamanan tetap mengedepankan upaya persuasif. (kir)


