Mataram (Suara NTB) – Mengantisipasi dampak anomali cuaca yang belakangan kian tidak menentu, Pemkot Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memprioritaskan perampingan pohon di sejumlah kawasan protokol. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Niza Denny Cahyadi mengatakan, anomali cuaca menyebabkan intensitas hujan dan hembusan angin sulit diprediksi. Sehingga perampingan pohon besar, terutama yang berada di jalur utama dan kawasan padat aktivitas masyarakat, menjadi fokus utama.
“Kita sudah petakan titik-titik rawan, terutama di Jalan Pejanggik, Jalan Udayana, dan Jalan Langko. Perampingan dilakukan hampir setiap hari, kecuali hari Minggu,” jelasnya saat dikonfirmasi pada, Selasa, 15 Juli 2025.
Perampingan yang dilakukan di kawasan protokol dan kawasan permukiman berbeda. Pasalnya, pohon di jalan protokol rata-rata pohonnya lebih besar dan batangnya lebih kuat, maka tentu memiliki perlakuan khusus. Jadi ketika melakukan perampingan di kawasan tersebut, ia harus membayar jasa tenaga dari luar. “Kalau untuk perampingan di pemukiman, kita cukup pakai petugas dari DLH,” ucapnya.
Menurutnya, pohon-pohon dengan usia tua, dahan rapuh, dan akar yang mulai terbuka menjadi prioritas untuk ditangani. Selain perampingan, beberapa pohon yang dinilai membahayakan juga akan ditebang dan diganti dengan tanaman yang lebih aman serta ramah lingkungan. “Kalau kondisinya masih sehat cukup kita rampingkan. Tapi kalau sudah mati dan kering seperti di depan Hotel Santika jadi kita potong habis,” kata Denny.
Ia menilai, saat ini pohon di kawasan protokol rata-rata kondisi sehat semua, meskipun usianya mencapai ratusan tahun. Hal ini telah dibuktikan karena sesuai dengan data yang sudah dilakukan oleh DLH Kota Mataram.
DLH juga mengimbau masyarakat agar melapor jika menemukan pohon dengan kondisi membahayakan di sekitar lingkungan mereka. Selain itu, kerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan pun terus dilakukan untuk mempercepat pendataan dan penanganan.
Ia berharap upaya ini mampu menekan risiko bencana yang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar, menyusul terjadinya anomali cuaca belakangan ini. (pan)



