spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaPOLHUKAMPOLITIKGubernur : Pelestarian Rinjani Bukan Sebatas Pariwisata, Tapi Menjaga Sumber Kehidupan Masyarakat

Gubernur : Pelestarian Rinjani Bukan Sebatas Pariwisata, Tapi Menjaga Sumber Kehidupan Masyarakat

Selong (Suara NTB) –  Gunung Rinjani bukan sekadar sebatas destinasi wisata yang indah. Namun keberadaannya sangat penting bagi kehidupan masyarakat Pulau Lombok. Dari petani, pelaku pariwisata, hingga sumber air bersih, semuanya bergantung pada Rinjani. Karena Rinjani harus tetap terus dipelihara dan dijaga dari berbagai ancaman kerusakan.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Penyelamatan dengan Evakuasi Vertikal yang diselenggarakan oleh Consina dan Skygers Indonesia di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Rabu, 17 Juli 2025.

“Itulah sebabnya kenapa kita ingin melakukan yang terbaik untuk Gunung Rinjani. Kejadian Juliana Marins kemarin itu menjadi triger. Kita ikut prihatin dengan kejadian itu tapi itu sekalian mengingatkan kita banyak hal. Ternyata banyak hal yang belum kita lakukan untuk Gunung Rinjani,” tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan bahwa insiden tersebut menjadi peringatan penting akan minimnya sistem keamanan yang memadai di kawasan Gunung Rinjani. Ia menyoroti minimnya rambu-rambu keselamatan, prosedur operasi standar (SOP) yang belum kuat, hingga kapasitas tim penyelamat yang masih terbatas.

“Signage tidak ada. SOP kita untuk melakukan rescue juga belum solid. Kapasitas teman-teman yang melakukan rescue juga belum solid. Lebih-lebih mereka ini semua selama ini voulenteer beneran. Mempertaruhkan nyawa untuk rescue tapi tidak ada coverage. Jangan-jangan yang melakukan rescue gak ada asuransinya itu,” ungkapnya prihatin.

Menurut Gubernur, kejadian seperti ini menjadi peringatan penting untuk memperbaiki diri. Kritik dan kecaman dari masyarakat harus diterima sebagai bentuk kepedulian dan dorongan untuk terus berbenah. Ekosistem Rinjani harus terus di rawat.

Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam upaya memperbaiki tata kelola Gunung Rinjani agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar. Serta memberikan dampak ekonomi.

“Inilah yang kita lakukan hari ini. Kolaborasi dan orkestrasi upaya kita untuk membenahi tata kelola di Gunung Rinjani ini. Karena itu hadir hari ini mulai dari Bupati Lombok Timur, ada taman nasional hadir, basarnas hadir, polda hadir, korem dan jajaran ke bawahnya hadir di sini. Plus hadir juga teman-teman dari Skygers, kemudian ada Federasi Panjat Tebing Indonesia hadir. Consina juga hadir di sini hari ini. Kita sama-sama, dengan semangat yang sama untuk memperbaiki situasi di Gunung Rinjani,” pungkasnya.

Sebagai bentuk upaya pembenahan serius terhadap tata kelola Rinjani. Pemerintah Provinsi NTB bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bakal merevisi standar operasional prosedur (SOP) pendakian ke Gunung Rinjani. Revisi SOP pendakian Gunung Rinjani tersebut bakal dilakukan bersama seluruh stakeholder pemerintah termasuk dengan pelaku pariwisata dan masyarakat lingkar Gunung Rinjani.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia mengatakan tujuan merevisi SOP pendakian Gunung Rinjani sejalan dengan arahan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang ingin menerapkan sistem pendakian berkualitas di Rinjani.

“Ya kita bicara konsep pariwisata berkualitas di Rinjani. Tujuannya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang akan mendaki Rinjani. Termasuk juga soal SOP evakuasi, standarisasi, pemenuhan sarana dan prasarana, serta akan ada pembentukan posko terpadu,” katanya.

Dalam SOP itu nantinya akan menaruh poin mitigasi bencana tentang penanganan kedaruratan dan pemulihan. Pola mitigasi ini akan dibahas oleh Pokja yang akan dibentuk dalam satu bulan ke depan.  “Dalam SOP ini siapa melakukan apa pada saat ada insiden. Penting juga ada manejemen komunikasi krisis saat ada insiden sehingga bisa memberikan update ke publik,” katanya.

Aulia mengatakan di dalam SOP itu juga perlu mengatur tentang pelestarian sosial budaya untuk masyarakat di lingkar Gunung Rinjani. Termasuk tentang pembentukan tim rescue yang akan bertugas ketika terjadi kecelakaan di jalur pendakian. (ndi/*).

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO