spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBResmi Diluncurkan, Gubernur NTB Harapkan Koperasi Merah Putih Dapat Gali Potensi Lokal

Resmi Diluncurkan, Gubernur NTB Harapkan Koperasi Merah Putih Dapat Gali Potensi Lokal

Mataram (Suara NTB) –  Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Peluncuran dilakukan secara serentak dan hybrid pada Senin,21 Juli 2025, di KDMP Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pemprov NTB dan pemerintah Kabupaten/Kota mengikuti peluncuran secara hybrid di satu lokasi percontohan nasional, yaitu KDMP Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah mewujudkan terbentuknya KDMP di NTB. Ia berharap ketiga koperasi percontohan yang ada di NTB dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lainnya.

“Mudah-mudahan dengan tiga mock-up yang kita buat di NTB ini, di Kembang Kuning, di Kekeri, dan di Bilelando ini, mudah-mudahan ini jadi model dulu. Kita perlu model dulu, supaya yang lain bisa mencontoh nanti. Tapi intinya di pendampingan nanti. Jadi di kadis kooperasi, baik di provinsi maupun di kabupaten, kota, insya Allah akan terus mendampingi teman-teman ini,” harapnya.

Gubernur menambahkan, saat ini terdapat 1.166 KDMP di NTB yang telah berbadan hukum. Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal agar setiap koperasi benar-benar tumbuh dan berdaya saing.

“Kita menunggu arahan dari pusat nanti model bisnisnya seperti apa. Tantangannya adalah bagaimana mengidentifikasi potensi-potensi lokal yang dimiliki oleh masing-masing KopDes ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu juga menepis anggapan, usaha-usaha yang akan dijalankan oleh Kopdes Merah Putih ini akan mengganggu usaha masyarakat lainnya. “Kopdes anggotanya masyarakat, kalau ada masyarakat yang memiliki produk bisa dimasukkan ke Koperasi dan bisa di jual di koperasi,” kata Iqbal.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashyuri berharap Kopdes Merah Putih yang dikembangkan akan mampu bersaing dengan ritel modern dan usaha-usaha lainnya. “Orang dagang itu memang persaingan, siapa yang harganya lebih murah, pelayanan baik dan aksesnya cepat itu yang menang, koperasi ini kita harapkan mampu bersaing,” kata Mashyuri.

Mashyuri menargetkan sampai dengan Oktober 2025 nanti, sebanyak 106 Kopdes Merah Putih bisa beroperasi khususnya di desa yang masuk kategori miskin ekstrim. “Kita prioritaskan di sana, kita carikan tempat usaha, kita konekkan (hubungkan) dengan mitra-mitra seperti Bulog dan lainnya,” kata Mashyuri.

Sebagai informasi Kopdes Merah Putih di Kekeri sebagai salah satu percontohan di NTB saat ini memiliki 68 anggota, mereka sudah melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada April lalu. Modal awal pembentukan Kopdes ini hanya Rp9 juta, berasal dari simpanan pokok anggota senilai Rp1 juta masing-masing anggota dan simpanan wajib Rp10 ribu per bulan.

Untuk mengembangkan Kopdes ini, mereka menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti BRI untuk layanan BRILink, PT Pos Indonesia untuk layanan logistik, PT Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk.

Kemudian PT Perdagangan Indonesia untuk kebutuhan sembako, PT Kimia Farma untuk kebutuhan apotek dan klinik desa, Bulog untuk kebutuhan pangan desa dan Pertamina memperkuat pasokan energi desa dengan kebutuhan LPG. Tidak lupa mengembangkan potensi lokal berupa mebel dan usaha simpan pinjam. (ndi/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO