spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDi Balik Tarian Kolosal Fornas VIII 2025, Lalu Suryadi: Momentum Budaya NTB...

Di Balik Tarian Kolosal Fornas VIII 2025, Lalu Suryadi: Momentum Budaya NTB Bisa Menembus Dunia

Mataram (suarantb.com) – Sabtu 26 Juli 2025 malam di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB menjadi saksi pertunjukan budaya yang menyentuh rasa dan menggugah kebanggaan. Ribuan pasang mata terpaku saat 500 penari membawakan tarian kolosal pembuka Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII Tahun 2025.

Di tengah gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan, nama Lalu Suryadi Mulawarman muncul. Ia adalah sosok di balik koreografi dan penyutradaraan pertunjukan spektakuler tersebut. Bagi pria kelahiran NTB ini, Fornas bukan hanya ajang olahraga, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan budaya NTB ke tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Sejarah dan budaya NTB sangat kaya, itu yang ingin saya angkat. Inilah saatnya kita tunjukkan bahwa budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo punya nilai filosofis yang mendalam dan layak diperkenalkan ke dunia,” ujar Lalu Suryadi usai acara.

Ia menyebut, selama ini banyak pertunjukan nasional hanya menampilkan sisi budaya atau seni secara terpisah. Namun, pada pembukaan Fornas VIII 2025, ia mencoba menyatukan elemen sejarah, seni, dan kearifan lokal dalam satu panggung narasi yang utuh.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah waktu. Persiapan hanya berlangsung sekitar 40 hari. Namun dalam waktu sesingkat itu, 500 penari berhasil dilatih untuk menyuguhkan penampilan memukau.

“Dengan waktu sempit, kami buktikan bahwa NTB punya sumber daya manusia yang mumpuni. Kami mampu. Ini bukan kerja individu, tapi hasil kolaborasi berbagai komunitas, sanggar seni, dan pelajar dari seluruh NTB,” ujarnya.

Para penari yang tampil berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang dari komunitas seni di Kota Mataram, dari sekolah-sekolah di Lombok, hingga sanggar budaya yang tersebar di berbagai wilayah. Semua bersatu dalam semangat yang sama: mempersembahkan karya terbaik dari NTB.

Bagi Lalu Suryadi, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan. Ia menyebutnya sebagai “pintu masuk” untuk mengenalkan jati diri NTB ke khalayak yang lebih luas.

“Melalui budaya, kita bisa bicara banyak hal. Kita bisa promosi pariwisata, nilai-nilai lokal, hingga semangat kebersamaan. Ini momentum kita untuk bicara kepada dunia,” tegasnya.

Penampilan malam itu disaksikan langsung oleh pejabat nasional, seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Jajaran kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Ketua Umum KORMI Nasional Adil Hakim dan Ketua Panitia Fornas VIII NTB Ibnu Riza Pradipto, juga turut hadir serta peserta Fornas VIII 2025 NTB yang hadir pada acara pembukaan.

Penampilan ini tidak hanya menjadi pembuka Fornas, tetapi juga pembuka mata banyak orang akan potensi besar NTB di bidang seni dan budaya.

“Kalau bukan kita yang angkat budaya kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutup Lalu Suryadi dengan mantap.

Sementara salah satu warga asal Sumbawa merasa terharu dengan penampilan spektakuler 500 penari yang tampil pada acara pembukaan. Apalagi setelah melihat animo penonton yang menyaksikan langsung persembahan tarian kolosal tersebut. “Selamat Miq. Saya terharu dengan penampilan anak-anak,” ujarnya memberikan selamat pada Kepala Taman Budaya NTB ini di sela-sela wawancara.

Begitu juga dengan Udin, salah warga Mbojo yang hadir langsung di Kantor Gubernur NTB. Ketika segmen suku Mbojo tampil, Udin dengan semangat memberikan semangat dan dukungan sambil mengabadikan momen di depannya dengan smartphone-nya. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO