Mataram (suarantb.com) – Dinas Kesehatan Kota Mataram terus mengupayakan percepatan penurunan angka stunting. Salah satu intervensi yang dinilai efektif adalah pemberian suplemen tinggi protein turunkan stunting bagi anak-anak yang telah terdiagnosis stunting. Pemberian suplemen ini mulai sejak akhir 2024 lalu, berkat dukungan dari sejumlah donatur.
“Ini bentuknya cair, kemasannya dalam saset, mirip seperti komix atau tolak angin. Kandungan gizinya tinggi, terutama protein, asam amino. Fungsinya sangat bagus untuk perkembangan dan daya tahan tubuh anak-anak yang mengalami stunting,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, Sabtu, 27 Juli 2025.
Distribusi Masih Terbatas, Sasaran Belum Merata
Suplemen ini diberikan secara langsung kepada anak-anak yang sudah teridentifikasi stunting. Namun sejauh ini, belum semua sasaran menerima bantuan tersebut.
“Kita punya keterbatasan anggaran dan jumlah suplemen. Jadi, yang kita berikan baru ke target-target tertentu saja. Kalau nanti dukungan dari berbagai pihak makin banyak, termasuk CSR, kita bisa perluas jangkauannya,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi gerakan Orang Tua Asuh, sebuah inisiatif lokal untuk menekan angka stunting melalui keterlibatan masyarakat dan lembaga sosial. Suplemen tinggi protein turunkan stunting menjadi elemen kunci dalam inisiatif ini.
Efek Positif Suplemen Tinggi Protein Mulai Terlihat dalam Dua Bulan
Dampaknya mulai terlihat. “Penurunan angka stunting yang terjadi saat ini, itu tidak lepas dari dampak pemberian suplemen ini. Anaknya jadi lebih cepat naik berat badan dan tinggi badannya, sesuai standar deviasi WHO,” ujarnya.
Selain pemberian suplemen, Dinas Kesehatan juga mengintensifkan distribusi makanan tambahan, khususnya bagi anak-anak yang kesulitan makan.
“Kita perbanyak intervensi, karena sekarang banyak anak yang memang susah makan. Kalau begitu, selain makanan, kita kasih juga suplemen yang simpel tapi gizinya padat. Kalau makan biasa butuh tiga bulan untuk terlihat hasilnya, dengan suplemen tinggi protein turunkan stunting ini dua bulan saja sudah bisa terlihat peningkatan,” terangnya.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Kota Mataram per Mei 2025 tercatat sebesar 6,7 persen. Angka ini terus menurun dalam tiga tahun terakhir.
“Kalau 2022 itu masih 17 persen. Kemudian turun ke 14 persen, lalu 11 persen, jadi 9,8 persen, terus ke 7,9, dan sekarang 6,7 persen. Ini pencapaian yang cukup signifikan,” katanya.
Secara jumlah, kasus stunting juga menurun drastis, dari sekitar 3.600 anak menjadi sekitar 1.600 anak. “Sekarang kurang lebih 1.600 anak. Kita harap bisa capai target 5 persen atau di bawah 1.000 anak tahun ini,” sebutnya.
Ia memastikan seluruh kecamatan di Kota Mataram mendapat perhatian dalam program ini. “Kita evaluasi terus. Kita ingin program ini tetap berjalan dan terus ditingkatkan,” tandasnya. (*)



