spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALDorong Kemitraan Program MBG, Universitas Indonesia Inisiasi Penguatan BUMDES dan Kopdes Merah...

Dorong Kemitraan Program MBG, Universitas Indonesia Inisiasi Penguatan BUMDES dan Kopdes Merah Putih

Mataram (suarantb.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau FEB UI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Kapasitas BUMDes dan Koperasi Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Lokal. FEB UI menggelar kegiatan ini di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah atau BPSDMD Provinsi NTB pada Senin (28/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan mendorong kesiapan kelembagaan desa dalam menghadapi peluang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat peran ekonomi lokal.

FGD ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat UI yang menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB sebagai mitra lokal.

Dosen dari Departeman Akuntansi FEB UI, Desti Fitriani menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang konkret untuk mentransfer ilmu kepada penggerak ekonomi desa.

“Sebagai akademisi, kami tidak hanya mengajar di kelas. Kami juga punya tanggung jawab sosial untuk berbagi pengetahuan langsung ke masyarakat,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025.

Keterlibatan BUMDes dalam Program MBG Masih Minim

Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas BUMDes dan Koperasi Merah Putih sangat relevan dengan upaya pemerintah mempercepat program MBG. “Kami melihat keterlibatan BUMDes dalam MBG masih belum optimal. Padahal peluang sangat terbuka. Karena itu kami hadir, memberi pembekalan, sekaligus menjaring masukan dari lapangan,” jelasnya.

Desti Fitrian, saat memberikan materi kepada para peserta Focus Group Discussion (FGD) FEB UI.
Desti Fitrian, saat memberikan materi kepada para peserta Focus Group Discussion (FGD), Senin, 28 Juli 2025. (suarantb.com/hir)

Melalui pendekatan diskusi interaktif, tim FEB UI mengajak peserta memahami peluang-peluang strategis, mengantisipasi risiko yang mungkin muncul, serta memperkuat kelembagaan yang ada.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat program MBG tidak hanya segelintir pihak yang nimati, tetapi menyentuh pelaku usaha desa secara luas. Karena itu, kami libatkan juga Kopdes yang baru terbentuk tahun ini,” tambahnya.

Sekretaris Dinas DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Teguh Gatot Yuwono, menyambut baik inisiatif UI. Ia menyebut kerja sama ini sebagai angin segar bagi desa-desa di NTB.

“Terutama untuk masyarakat kita di desa, kapan lagi ada kegiatan peningkatan kapasitas langsung dari akademisi UI? Ini kesempatan luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif peserta. “Harapan kami, para ketua Kopdes dan perangkat desa bisa aktif berdiskusi dengan narasumber. Agar ilmu yang pemateri berikan benar-benar bisa terimplementasika (terapkan)” tegasnya.

Dari Teori ke Lapangan, Ketua Koperasi Merah Putih Apresiasi UI

Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Syariah Desa Semoyang, Praya Timur, Lombok Tengah, Adi Mangkunegara, menyampaikan antusiasme setelah mengikuti sesi pemaparan. “Penjelasan dari UI (pemateri) sangat membantu. Kini saya lebih paham arah kerja ke depan. Peluang usaha jadi lebih terbaca,” ucapnya.

Wahyudi menyebut BUMDes sudah cukup familiar dan banyak yang mengetahui. Namun Koperasi Marah Putih masih tergolong baru. “Setelah pengukuhan, justru banyak pengurus mengundurkan diri. Jangan sampai itu terjadi di NTB. Kita butuh kelembagaan ekonomi desa yang kuat dan bertahan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini memberi gambaran nyata tentang strategi pengembangan usaha di desa. “Bukan cuma teori, tapi langsung bisa kami tarik ke konteks kami sendiri di lapangan,” pungkasnya.

Program pengabdian masyarakat dari FEB UI ini telah berjalan sejak 2022 dan menjadi kegiatan rutin tahunan yang terus memperluas cakupannya. Dengan pendekatan kolaboratif, UI ingin membuktikan bahwa peran perguruan tinggi sangat nyata dalam penguatan ekonomi akar rumput. (hir/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO