spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWADebit Air Baku di SPAM Semongkat Menyusut

Debit Air Baku di SPAM Semongkat Menyusut

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh, H. Abdul Hakim, menyatakan kondisi debit air baku di Sistem Penyiapan Air Minum (SPAM) Semongkat menyusut jelang di puncak musim kemarau

“Posisi debit air kita sekarang ini berada pada posisi 120 liter per detik dari kondisi normal 150 liter per detik. Debit air itu merupakan air yang masuk pengelolaan sesuai dengan kapasitas IPA,” ucapnya kepada Suara NTB, Senin, 28 Juli 2025.

Ia melanjutkan, menyusutnya debit air ini dipengaruhi beberapa faktor alam dan non alam. Khusus untuk faktor alam disebabkan banyaknya aktivitas perambahan hutan yang terjadi di wilayah hulu kecamatan Batulanteh dan dimulainya musim kemarau tahun 2025.

“Faktor non alam (kerusakan hutan) yang menjadi penyebab utama debit air kita mulai menyusut, sehingga kami mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga hutan,” ujarnya.

Dikatakan Hakim, saat ini jumlah pelanggan Perumdam yang eksis di kota Sumbawa mencapai 12.000 sambungan rumah (SR). Tentu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya menyiapkan pola pengaturan jadwal pembagian air ke para pelanggaran agar tidak ada masyarakat yang tidak terlayani.

“Kita akan mulai membagi jadwal pembagian air , terus kemudian kita melakukan perbaikan terhadap jaringan yang bocor karena itu juga mengganggu distribusi air ke pelanggan,” ujarnya.

Selain persoalan tersebut lanjutnya, saat ini SPAM Semongkat yang menjadi sumber satu-satunya air baku Sumbawa debitnya sudah berkurang. Hal tersebut terjadi karena adanya kerusakan lingkungan dan infrastruktur SPAM seperti jaringan distribusi sudah cukup tua sehingga rawan terjadi kebocoran.

“Usia SPAM dan jaringan distribusi sudah sangat tua, sehingga butuh direvitalisasi sehingga pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Diakuinya, saat ini memang banyak masyarakat Sumbawa yang datang mendaftar untuk mendapatkan layanan air. Namun pihaknya mengaku tidak bisa mengakomodir secara langsung terhadap permintaan tersebut, karena keterbatasan debit air baku yang dimiliki saat ini.

“Kalau boleh jujur banyak sekali masyarakat yang meminta untuk dilakukan pemasangan baru, tetapi kami belum bisa mengakomodir seluruhnya karena keterbatasan debit air,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga tetap akan melakukan survey terlebih dahulu salah satunya lokasi permintaan. Hal tersebut perlu dilakukan jangan sampai menimbulkan persoalan kemudian hari salah satunya masyarakat yang tidak terlayani air meski sudah dilakukan pemasangan jaringan.

“Kita tetap akan melakukan survey terlebih dahulu, karena kita tidak ingin menimbulkan persoalan di kemudian hari. Makanya kita berharap agar SPAM Ai Ngelar ini bisa terwujud untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO