Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, belum menghitung total kerugian akibat dampak banjir di bulan Juli 2025. Tim teknis perlu dilibatkan untuk menginventarisir kerusakan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki ditemui pada, Senin, 4 Agustus 2025 menerangkan, perhitungan kerugian akibat dampak banjir dilihat dari enam subsektor. Diantaranya, infrastruktur meliputi kerusakan fasilitas umum seperti jembatan, jalan, saluran, drainase, dan lain sebagainya. Sektor ekonomi meliputi terganggunya aktifitas usaha masyarakat, sektor sosial dan lain sebagainya.
Pihaknya tidak bisa sembarangan menghitung karena perlu melibatkan tim teknis terdiri dari Badan Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan lain sebagainya. “Iya, kita belum menghitung secara keseluruhan kerugian dampak banjir,” terangnya.
Data disampaikan masing-masing OPD akan dihitung menggunakan rumus yang telah ditentukan. Muzaki menambahkan, pelibatan akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Mataram sangat tergantung dari kebijakan daerah. Akan tetapi, berbagai elemen harus diajak untuk menentukan nilai kerugian akibat dampak banjir.
Ia menargetkan perhitungan kerugian tuntas tiga bulan pasca masa tanggap darurat berakhir sejak 19 Juli 2025. Selanjutnya, tim akan mengecek atau verifikasi ke lapangan. “Data yang kita terima langsung diverifikasi ke lapangan,” ujarnya.
Menurut Jack sapaan akrabnya, pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dibutuhkan untuk menganalisa secara keseluruhan kebutuhan perbaikan infrastruktur serta bagian dari pertanggungjawaban administrasi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram Lale Wediahning menambahkan, hasil perhitungan kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir mencapai Rp9 miliar. Anggaran ini digunakan untuk perbaikan jembatan, tanggul, jalan, dan lain sebagainya. “Seluruhnya Rp9 miliar untuk perbaikan infrastruktur,” sebutnya. (cem)


