spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMInflasi Kota Mataram Capai 2,82 Persen

Inflasi Kota Mataram Capai 2,82 Persen

Mataram (Suara NTB) – Inflasi di Kota Mataram tembus mencapai 2,82 persen. Kondisinya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan inflasi di bulan Juni mencapai 2,14 persen.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri menjelaskan, berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik Kota Mataram bahwa inflasi year on year Kota Mataram di bulan Juli mencapai 2,82 persen.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok. Yaitu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,19 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,48 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,42 persen. Kelompok kesehatan sebesar 2,21 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,11 persen. Kelompok pendidikan sebesar 1,45 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,88 persen. Dan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen.

“Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen. Kelompok transportasi sebesar 0,20 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,07 persen,” bebernya.

Ia menyebutkan, 10 komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2025 antara lain emas perhiasan, beras, bawang merah, tomat, kopi bubuk, nasi dengan lauk, minyak goreng, kelapa, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, dan daging ayam ras.

Sedangkan 10 komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: angkutan udara, pisang, telepon seluler, cabai rawit, kangkung, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, susu cair kemasan, bensin, daun bawang, dan parfum.

Sementara 10 komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: beras, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, rekreasi, tomat, bensin, buku pelajaran SD, sigaret kretek mesin (skm), dan cabai rawit.

‘’Sedangkan 10 komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Juli 2025, antara lain: angkutan sungai, danau dan penyeberangan, susu cair kemasan, kacang panjang, bahan bakar rumah tangga, sawi hijau, semangka, jagung manis,” sebutnya.

Dijelaskan, pada Juli 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,75 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,66 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen. “Pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,03 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen,” demikian kata dia. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO