spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIPertalite “Hilang” di Tingkat Pengecer Kota Mataram

Pertalite “Hilang” di Tingkat Pengecer Kota Mataram

Mataram (Suara NTB) – Peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer di Kota Mataram mulai hilang. Sejumlah pengecer mengaku tidak lagi bisa membeli BBM untuk dijual kembali ke masyarakat. Larangan pengisian ulang di SPBU membuat banyak lapak BBM eceran kosong.

Sejak awal pekan, lapak-lapak pengecer BBM terlihat kosong. Pantauan Suara NTB dari Senin (4/8/2025) hingga Rabu, 6 Agustus 2025, menunjukkan kondisi ini terjadi di banyak titik. Di sepanjang Jalan Catur Warga hingga Jalan Pendidikan, sebagian besar pengecer tak lagi menjual BBM. Hanya beberapa lapak yang masih menyediakan Pertalite, itupun dalam jumlah terbatas.

Situasi serupa terlihat di Jalan Lingkar Selatan, Jalan Majapahit dan Jalan Bung Karno. Beberapa pengecer masih memiliki sisa stok, namun jumlahnya menipis. Di sisi lain, banyak lapak yang sudah tutup karena kehabisan BBM.

Salah seorang tukang bengkel yang juga menjual Pertalite di Jalan Lingkar Selatan, Agus, membenarkan hal itu. “Ini stok terakhir saya sisa empat botol. Saya ambil di SPBU dua minggu lalu. Setelah itu, udah ga bisa beli lagi. Petugasnya bilang tidak boleh jual ulang,” ucapnya saat ditemui di lapaknya, Rabu, 6 Agustus 2025.

Ia mengatakan, biasanya ia bisa membeli sekitar 40 liter Pertalite setiap lima sampai enam hari. Sejak pembatasan berlaku, ia kehilangan penghasilan tambahan dari menjual BBM. “Yang beli biasanya yang buru-buru tapi di SPBU antreannya panjang,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari seorang pemilik warung di pinggir Jalan Majapahit, yang enggan menyebutkan namanya. Ia juga menjual Pertalite, namun sudah dua hari tidal bisa lagi berjualan, karena stoknya habis.

“Dari hari Senin kemarin stok bensin saya sudah habis. Ga bisa jualan lagi karena ditolak sama petugas SPBU. Dibilang pembelian Pertalite dibatasi, hanya untuk pengguna kendaraan. Udah ga boleh buat pengecer,” ujarnya.

Ia mengaku sudah bertahun-tahun mengandalkan jualan BBM sebagai tambahan penghasilan. “Kami ini cuma ambil sedikit, bukan dalam jumlah besar. Tapi tetap tidak boleh. Sekarang stok habis,” tambahnya.

Keduanya menyebut tidak pernah menggunakan aplikasi Xstar untuk membeli BBM. Mereka hanya datang langsung ke SPBU dengan membawa jeriken. “Ga pake aplikasi, datang langsung isi aja,” ujar Agus.

Aplikasi XStar adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mempermudah penerbitan surat rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi. Aplikasi ini bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan terdata dengan baik.

Para pengecer berharap ada kejelasan dari pemerintah soal pembatasan ini. Mereka ingin tetap bisa menjual BBM meski dalam jumlah kecil, agar bisa mempertahankan mata pencaharian mereka. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO